Recipe

[recipe] Kue Keranjang

Description:

Kue Keranjang alias Dodol Cina

Kue Keranjang alias Dodol Cina

Perayaan Tahun Baru Imlek 2557 menurut penanggalan masehi jatuh besok pada tanggal 29 Januari 2006. Dalam penanggalan Cina yang berdasarkan bulan, tahun 2006 juga disebut tahun Anjing.

Kata Imlek berasal dari bahasa Hokkian Selatan, berarti “penanggalan bulan” yang merupakan perayaan para petani di China untuk menyambut musim semi. Dimulai tanggal 30 bulan ke-12 dan berakhir pada tanggal 15 bulan pertama.
Biasanya, setiap acara sembahyang Imlek disajikan minimal 12 macam masakan dan 12 macam kue. Masing-masing makanan itu mewakili lambang-lambang shio yang berjumlah 12.

Nian Gao atau lebih sering disebut kue keranjang (tii kwee) adalah salah satu kue wajib imlek. Kue ini mendapat nama dari cetakan terbuat dari keranjang yang dipakai. Dalam cerita yang berkembang di kalangan Tionghoa, pembuatan kue ini bermula ketika Tiongkok mengalami paceklik. Beberapa warga yang daerahnya kekeringan kemudian mengungsi mencari daerah yang subur. Dalam perjalanan panjang itulah mereka membuat makanan yang tahan lama dan bisa membuat perut cepat kenyang. Mereka menemukan tanaman ketan yang kemudian dimasak dan dicetak dengan keranjang, yang terbuat dari anyaman bambu. Makanan ini mampu bertahan hingga berbulan-bulan dan rasanya tetap enak.

Nian sendiri berati tahun dan Gao berarti kue dan juga terdengar seperti tinggi, oleh sebab itu seringnya kue keranjang diatur tinggi atau bertingkat. Makin ke atas makin mengecil kue yang disusun itu dengan kue mangkok berwarna merah di bagian atasnya, yang memberikan makna peningkatan dalam hal rezeki atau kemakmuran dan mekar seperti kue mangkok. Pada zaman dahulu banyaknya atau tingginya kue keranjang menandakan kemakmuran keluarga pemilik rumah.

Kue keranjang mulai dipergunakan sebagai sesaji pada upacara sembahyang leluhur, 6 hari menjelang Tahun Baru Imlek (Jie Sie Siang Ang), dan puncaknya pada malam menjelang Tahun Baru Imlek. Kue keranjang sebagai sesaji sembahyang ini, biasanya tidak dimakan sampai Cap Go Meh (malam ke-15 setelah Imlek).

Bahan dasarnya kue keranjang adalah tepung ketan dan gula pasir. Tepung ketan dibuat sendiri dari beras ketan yang ditumbuk. Agar hasil kue betul-betul halus, setelah ditumbuk tepung diayak sambil diangin-anginkan. Adapun gula pasirnya dibuat sirup terlebih dahulu. Kemudian tepung dan sirup gula tadi diuleni (diaduk) dan didiamkan selama 10 hari. Setelah melewati proses itu, adonan ditambah lagi dengan sirup hingga menjadi cair. Dari sini, proses pembuatan memasuki pencetakan. Keranjang-keranjang bulat bergaris tengah 8 – 10 cm disiapkan dan dialasi daun pisang yang sudah digarang terlebih dulu. Keranjang-keranjang berisi adonan ini lalu ditata di dalam dandang khusus untuk diuapi selama 9 jam. Lalu, kue dibungkus pada bagian atasnya. Pembungkusnya ada yang dari daun pisang atau bahan plastik. Dengan penyimpanan yang baik dan bungkus tidak sobek, kue keranjang dapat bertahan enam bulan sampai satu tahun. Kualitasnya pun tetap baik.

Jadi, rasanya lebih mudah beli saja lalu diolah untuk disantap. Olahannya bisa seperti dibawah ini. Kalau tidak mau diolah, langsung dimakan juga enak kok

Ingredients:
UTAMA:Kue Keranjang

Resep 1 – Kue Keranjang dengan Ubi atau Talas
Ubi/talas
Tepung terigu

Resep 2 – Kue Keranjang dengan Santan
Santan
Daun pisang untuk membungkus
Daun pandan supaya wangi

Resep 3 – Kue Keranjang dengan Telur
Telur
Tepung terigu

Resep 4 – Ongol-ongol Kue Keranjang
Kelapa parut

Directions:
Resep 1
– Pilih Kue Keranjang yang agak keras
– Kue dan ubi / talas diiris seang
– Kue dijepit ditengah dengan ubi / talas, lalu dicelup adonan tepung terigu
– Kemudian digoreng dengan matang

Resep 2
– Kue Keranjang dipilih yang agak keras
– Kue diiris tipis
– Lalu dibungkus dengan daun pisang dan diisi dengan 2 sendok makan santan & daun pandan
– Dikukus hingga kue lunak dan wangi

Resep 3
– Kue Keranjang yang keras diiris sedang
– Kemudian dicelup dengan adonan telur dan tepung terigu
– Digoreng dengan menggunakan sedikit minyak hingga matang

Resep 4
– Kue Keranjang dikukus hingga lunak
– Siapkan kelapa yang sudah diparut
– Ambil Kue Keranjang satu per satu, campurkan dengan parutan kelapa
– Tambahkan garam jika perlu

6 Comments

  • January 29, 2006 - 11:32 pm | Permalink

    Monike, thks ya, ini nambah pengetahuanku. Favoritku, kue keranjang bungkus daun pisang. Rasanya…ada sensari aroma daun pisangnya.

  • January 31, 2006 - 1:15 pm | Permalink

    disini blm pernah liat ada yg jual 🙁 tunggu kiriman nyokap aja. included dodol wijennya.
    taunya byk macamnya juga yach, kue keranjang ini. suka yg dibungkus daun juga, lbh wangi dibanding yg pakai plastik. but..skrg sich terima aja, mau yg plastik/daun juga 🙂

  • January 31, 2006 - 2:25 pm | Permalink

    Mungkin di Chinatown-nya ada lho..
    🙂

  • July 18, 2007 - 10:15 pm | Permalink

    Menarik sekali, thank’s atas sharing penjelasannya.
    Sangat bermanfaat….juga resep mengolah kue keranjangnya…mbak.

  • January 28, 2009 - 10:01 am | Permalink

    wah…. terima kasih sharingnya, baik resep maupun asal-muasal kue keranjang …

  • March 22, 2009 - 8:06 am | Permalink

    hm… merasa berdosa deh buang2 kue keranjang kalau inget betapa susahnya proses bikinnya… tapi sejak rajin googling ngga ada lagi cerita kue keranjang tersisa di meja… digoreng pake telur oke, di santan in ayuukkk…… ^_^

  • Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Powered by: Wordpress