Bon Appetit Travel

[travelfood] Makan-Makan Manado

Kata orang, engga ada yang namanya resesi di Manado; adanya resepsi. Ini mungkin memang sekedar joke tapi yang pasti emang di Manado orang hobby banget buat makan… sampe2 yang bukan Manado kayak aku ini, pas di Manado juga ikutan hobby makan. Enak banget soalnya…

Manado Food

Manado Food

Yang terutama bikin enak adalah pedasnya itu. Jadi, kembali ke yang kayak aku; pencinta makanan pedas; makanan Manado yang serba super pedas betul2 pas di lidah. Masakannya biasa dibuat dengan cara woku, rica, dabu, dabu iris dengan menggunakan berbagai jenis daging dari yang paling umum dimakan (ayam, ikan, dan babi) sampe yang ‘lain’ seperti erwe (=doggy), paniki (=kelelawar), babi hutan, monyet, tikus ekor putih dan ular; dan semua jenis daging ini bisa didapat di Pasar Tomohon katanya. Malahan yang sangat jarang dimakan oleh orang Manado adalah daging sapi & daging kambing.

Bumbu yang digunakan untuk hampir semua jenis makanan, kata Lidia hampir sama: daun jeruk, kemangi, bawang merah, daun mint, jahe, jeruk nipis, sereh dan tentunya cabe merah & cabe rawit. Komposisi banyaknya tergantung leher (=selera) orang, katanya.

Atas kebaikan keluarga Yongki-Lidia, kami diundang untuk makan makanan Manado yang biasanya dimasak di rumah mereka. Woku (dibungkus daun atau pepes istilah di Jawa), woku belanga (dimasak di dalam belanga dengan menggunakan kemangi sebagai bumbu utama sehingga wangi), rica, dabu iris, dabu masak dll semua tersaji dan di masak dari dapur mereka. Satu meja penuh yang engga habis dimakan orang 20 (padahal kami hanya ber-6 total). Untungnya mereka juga mengundang karyawan mereka ke rumah untuk ikut menghabiskan.

Sebagai menu andalan, ya semua menu ayam, nike danau, cakalang, roa, babi, sayurnya juga..wah semua deh. Tapi katanya dalam kondisi normal mereka makan engga semuanya disajikan; karena kami mau datang makan saja. Bless you both… Bahkan Nasi Jaha, nasi yang hanya ada pada saat perayaan juga disajikan saat itu.

Nasi jaha ini adalah ketan yang dimasak dengan cara dibakar di dalam buluh bambu. Sebelumnya buluh bambu yang sudah tua ini dilapisi dengan daun pisang. Berasnya sendiri dibumbui dengan jahe, bawang merah, serai, dan daun jeruk purut. Setelah dibakar matang, buluh bambunya dibuka; diambil nasinya yang terbungkus daun pisang kemudian dipotong-potong. Rasanya? Hmm… luar biasa. Wangi pula!!

Heng Min Tinoor

Kalau mau coba makanan khas minahasa dengan harga murah dan menu lengkap dan berlimpah, coba aza ke restoran Heng Min Tinoor. Harga per kepala (per orang) Rp 12.5K, makanannya semua daging dan semua yang sudah tersaji di meja boleh dihabiskan. Kalau mau tambah lagi dari jenis yang sudah dikeluarkan, tinggal tambah harga. Ayam, ikan, babi, sayur semua sudah ada di meja. Tapi kalau mau Paniki tambah Rp 25K/porsi.

Semua masakan ini dimasak khas minahasa, diantaranya:

Daun pangi – mirip seperti rol kaset yang rusak, hitam dan untel-untel. Daunnya sendiri memang berwarna hitam yang diiris tipis dan panjang; bener deh.. bayangin aza rol kaset yang sudah dikeluarkan dari tempatnya. Rasanya mirip jamu.
Siput – entah dimasak dengan cara apa; tapi yg pasti makannya harus dengan cara diseruput. Jadilah kalau makan siput hijau ini ‘ribut’ deh makannya

Paniki – atau daging kelewar rasanya kalau tidak dikasi tahu kalau itu adalah daging kelelawar engga akan tahu deh. Mirip rasa sapi tapi dengan duri yang banyak sekali.. atau mungkin tepatnya adalah tulang2 kecil.

Sop yang disediakan ada 2 jenis: sop sayur (wortel & kentang) dan sop breinebon (kacang merah)
Nasinya selain nasi putih biasa, disajikan nasi yang sudah dibungkus kecil-kecil menggunakan daun. Temenku sampe makan berbungkus-bungkus; selain emang lapar – makanan yang pedasnya luar biasa itu perlu nasi buat penetralisir.

Terakhir, jangan lewatkan minuman saguer – minuman khas Manado yang terbuat dari tuak pohon enau. Rasanya mirip air tape.

Lokasi
Jl. Raya Manado – Tomohon  ph. 0431.355667
(sebelah kiri jalan kalau menuju Tomohon dari Manado)
Kalau mau makan yang di Jakarta juga ada lho, tapi dijualnya per porsi biasa
Lokasi:
RM. Tinoor Indah – Jl. Kesehatan II/10, ph. 021-3843707
RM. Tinoor Languan Jl. Casablanca, ph. 021-5250867
satu lagi, menurut info di food cournta ITC Amabassador

Ria Rio & Wisata Bahari

Dua tempat makan ini adalah tempat makan seafood yang sudah dimasak ala Manado. Woku atau Rica. Enak dan pedas. Apalagi dengan sambal dabu irisnya yang pedesnya bener2 menggoda.
Pastinya,coba aza menu yang mereka punya!

Ria Rio – Jl. Raya Tanawangko, Pantai Kalasey, ph. 0431.826555/826868

Wisata Bahari, Jl. Wolter Monginsidi no. 1 ph. 0431-842744/841870

San Fransisco 89

Ada lagi makanan yang disebut babi Tore. Babi Tore ini adalah babi panggang kering, mirip babi panggang yang ada di chinese food. Salah satu yang jual adalah di dekat boulevard. Hanya saja jangan harap tempat makan ini buka pada hari Minggu. Libur juga..

Kalau mau lengkap dan engga pusing pesennya, pesen aza nasi campur; yakni nasi dengan lauk erwe, babi rica, tinorangsak, babi leilem dan cakalang. Buat semua ini cukup Rp 10K saja.

Karena targetnya babi bakar tore (Rp 17K) maka kami tidak pesen nasi campur, tapi pesen lauknya saja. Pilihan menu lainnya malam itu babi hutan Leilem (Rp. 15K), Tinoransak (Rp 15K), cakalang goreng rica (Rp 10K) dan sayur popaya pait yang sudah tidak pait (Rp 7,5K). Buat kuahnya kami pesan kuah asam iga babi (Rp 20K).. mirip bakut deh.

Lokasi:
Komp. Pantai Mega Mas (kios 1)
HP. 08152313409 / 0816234724

Kawan Baru

Tujuan ke tempat ini cuman satu, pengen coba minuman kecil Manado.

Jadi dipilihakan 3 jenis minuman: es kacang, es avokat kacang durian (Rp 9K) dan gohu (tapi yang terakhir ini bukan minuman lho, tepatnya asinan.)

Gohu adalah sejenis asinan khas Manado, yang terbuat dari papaya muda yang dipotong memanjang dengan air yang bumbunya terbuat dari jahe merah, bawang merah, cabe dan cuka. Pedas, hangat, asin, dan segar. Sebetulnya ada satu jenis lagi Gohu, yakni Gohu Bekasang.

Bekasang adalah terasinya Manado yang terbuat dari ikan yang telah diinapkan. Tapi waktu mendengar bahwa bahan bakunya dari isi perut ikan yang sudah dibusukkan, jadi engga berani makan. Gohu biasa harganya Rp 4K, sedangkan Gohu Bekasang Rp 5K.

Ada satu lagi yang dijual di Kawan Baru ini: Susen. Susen ini adalah kue sus, hanya saja menggunakan namanya Susen. Mungkin dari kata belanda ya. Rasanya mirip kue sus merdeka-nya Bandung. Rum-nya enak dan berasa.

Lokasi:
Jl.Piere Tendean (kompleks Mega Mas) Boulevard Manado

Mie AB – Garuda 33

 

AB ini singkatan dari Ampas Babi atau kulit babi yang sudah digoreng kering. Awalnya sih mau makan mie cakalang; soalnya mie inilah yang dikenal di Manado berkat usaha Indomie Selera Nusantara. Tapi karena orang kawanua sendiri bilang mie cakalang adalah mie biasa yang dikasi abon cakalang, dan abon cakalang yang enak adalah yang dibuat oleh mereka; jadinya makan mie AB ini deh.

Tersedia 2 jenis mie ab ditempat ini, mie kua (baik yang mie kuning/mie lao-lao, atau mie hun dimasak dengan berkuah) – Rp 10K, mie goreng – Rp 14K. Untuk mie gorengnya mirip mie tek-tek jawa.. manis kecap.

Seperti biasa, tersedia sambal yang luar biasa enak dan pedes yang engga boleh dilupakan pada saat makan di tempat ini!

Pisang Colo-Colo

Sebetulnya sih pisang goreng biasa, hanya saja cara makannya beda. Kalo di Jakarta makan pisang goreng engga pake apa-apa, sementara di Bandung kalo kita makan di daerah Cisangkuy bakal disajikan pisang goreng dengan bumbu untuk dicocol berupa coklat bubuk dan gula halus, maka di Manado ini makan pisang goreng dengan sambal & cabe rawit.

Sambalnya bukan sambal biasa, melainkan sambal roa. Sambal roa ini terbuat dari ikan roa dan cabe merah. Tepung dari pisang goreng ini tidak terlalu berasa manis, melainkan gurih. Mungkin supaya cocok dimakan dengan sambal. Tapi ya dasar lidah jawa, rasanya kok aneh ya makan pisang pake sambal. Alhasil, pisangnya sekali dicocol pake sambal selanjutnya dimakan pisang gorengnya tokh, tanpa sambal!

Lokasi:
Sepanjang jalan boulevard Manado

..epilogue

Herannya, selama di Manado malah belum ketemu bakwan jagung; bakwan yang pasti aku pesen kalo di resto yg menyajikan masakan Manado. Bakwannya tipis dan besar, isinya jagung. Renyah dan gurih. Mungkin saja, karena belum coba semua tempat makan ya..

Bubur Tinutuan juga belum sempet coba yang masakan rumahannya, cuman makan yang disajikan di hotel. Next trip mesti coba nih..

10 Comments

  • July 10, 2006 - 8:22 am | Permalink

    Hahaha… anda bikin pengen pulang kampungku, Tinoor… Thanks….

  • June 12, 2007 - 4:17 am | Permalink

    laparr..

  • October 3, 2007 - 12:00 pm | Permalink

    boleh jg infonya…secara lg mo ke manado besok neh.
    klo makanan kecil yg bisa buat oleh2 apa ya?

  • October 4, 2007 - 10:42 am | Permalink

    Kalo oleh-oleh, lihat sini ya

  • October 7, 2007 - 4:48 am | Permalink

    wah.. makasih infonya… jadi ngileer nih…

  • October 15, 2007 - 10:28 am | Permalink

    gilaaaa…. jadi inget pulang dari Manado, seminggu di sana naek ampir 3 kilo, makang terosssss…….

  • December 4, 2007 - 11:31 am | Permalink

    Wah..wah.. kalau kangen masakan manado, boleh deh mampir ke KAWANUA, di Mal Ambasador, lt. 4, foodcourt 1. Pedas-pedas tapi enak. Selain daging2an, ada sup brenebon dan sayur jantung pisang. Boleh lah, harganya pun khas karyawan 🙂

  • December 4, 2007 - 3:15 pm | Permalink

    Sebetulnya dimana ya..? waktu itu udah cari2, engga nemu2 juga.. deket2 apa ya…?
    pengen euy…

  • February 14, 2008 - 11:15 pm | Permalink

    adaow hebring banget liputannya!! pengen pulang kampung lagi deh

  • February 24, 2008 - 2:38 am | Permalink

    20-22 Feb 08 kemarin ke Manado. Akhirnya mencoba bubur manado bukan dari hotel. Pertama, di Wakeke.. daerah ini adalah tempat pusatnya bubur manado. Saya pilih lokasi yg di pojok, lumayan besar.. rasanya emang jauh lebih enak daripada di hotel. Sambalnya juga mantap, biar bikin sakit perut tp engga nyesel deh…

    Yang kedua di coba, di RM Ananas – nah ini malah lebih enak. Lebih berasa kemangi & bumbu2 lainnya, lebih kuning & mantap. Sayurannya juga masih segar & banyak, begitu juga jagungnya. Yang dikit adalah berasnya.. (bagus deh…). Harga 1 porsi bubur – Rp 7K. Ditambah dengan ikan cakalang (1 potong Rp 4.5K)…. hmmmm yummy banget! Lokasi: Jl. BW Lapian no. 39-Manado, ph. 0431.854232

  • Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Powered by: Wordpress