Travel

[travelog] Xian, China (2018) (with Children & Elders)

the amazing Terracotta Warriors

Summary

Untuk log makanan Xian, pls see http://edunik.com/home/?p=6352

Overall, trip ke Xian ternyata amat menyenangkan. Personally, lebih menarik dari Beijing. Mengapa?

1. Terracotta Warior
Tentu saja, ini paling fenomenal. Kisah Qin Shi Huang, sang penyatu Cina dan legacy-nya. Namun kadang, saking menonjolnya ini, kadang beberapa hal di point berikut jadi luput dari perhatian.

2. Sarat Sejarah
Xian (dan area sekitar) menjadi ibukota dari berbagai dinasti dengan total 1,100 tahun. Paling lama di antara kota lain. Terlebih, ada 13 dinasti ber-ibukota di sini.
Kisah seperti Wu Ce Tian, Journey to the West, Fang, Shaolin, ada di Xian ini.

3. Variasi Budaya (terutama, yg terasa, Makanan)
Xian adalah titik awal Silk Road, sehingga ada asimilisasi kebudayaan, terutama dengan Timur Tengah. Terasa dari variasi makanan. Xian termasuk daerah dimana para turis Muslim dengan mudah bisa menemukan restoran yang halal.

4. Modernisasi
Cukup menarik melihat pesatnya perkembangan teknologi di kota seperti ini, yang notabene bukan kota metropolitan seperti Shanghai atau Beijing. Tinggal di kawasan pemukiman, jadi bisa melihat uniknya perkembangan yang tengah terjadi di Cina. Spt tidak adanya motor berbahan bakar fosil di Xian. Atau bagaimana WeChatPay dan AliPay benar-benar dipakai bertransaksi sampai di pedagang kaki lima.

bike sharing, bullet train, WeChatPay only kiosk, solar powered kiosk

 

Flight & Accommodation

Kali ini menggunakan Air China (http://www.airchina.com/), dengan transit 2 jam di Beijing.
Cukup menyenangkan, baik pesawat dan jadwalnya.

Transit 2 jam amat padat. Terutama saat menuju Xian, karena harus checkout dan checkin bagasi, checkout imigrasi, dan jarak antara lokal – internasional.

Untuk tinggal, dengan mengandalkan AirBnB, kami memilih base di apartemen dekat Da Ming Palace, agak jauh dari pusat kota, namun amat menyenangkan karena di sekitar banyak makanan dari mulai pagi buta hingga larut malam. Bisa “be local“.

Arrangement

Untuk mobil dan guide, kami menggunakan tur privat melalui : http://www.chinaxiantour.com

Terdapat 1 guide yang dapat berbahasa Indonesia. Secara umum, layanan mereka memuaskan dari sisi ketepatan waktu, rekomendasi, fleksibilitas, dan yang penting, kesabaran menghadapi para orang tua dan anak-anak.

 

Day 1

The detail is incredible!

Terracotta Warriors & Surrounding

Sebelum ke sini, mengunjungi dulu tempat komersial (satu-satunya yang dikunjungi) yang bisa melihat pembuatan survenir patung tanah liat.

Terracotta Warriors amat mencengangkan. Sulit membayangkan bahwa semua ini dibuat 2.200 tahun lalu, dengan detail wajah, pose dan aksesoris yang luar biasa. Apalagi jika mengikuti sejarah penyatuan Cina, termasuk kisah bagaimana Qin Shihuang berusaha hidup abadi…. Jadi lebih seru.

Sayang, belum semuanya ter-eksplorasi dan dibuka untuk umum (makam).

 

Huaqing Palace and its legend, Yang Guefei

Huaqing Hot Spring

Tempat favorit banyak kaisar dari berbagai dinasti. Dua kisah yang menarik di balik tempat ini adalah :
(1) Tempat mandi Yang Guefei, selir yang amat terkenal di jaman dinasti Tang
(2) Tempat dimana Chiang Kai-shek dikhianati dan dipaksa bekerja sama dg Partai Komunis.

 

Day 2

The wordless stone of Wu Zetian, and the new Famen Temple famous architecture

Qianling Maosoleum

Makam para kaisar Dinasti Tang. Yang legendaris adalah Wu Zetian, satu-satunya kaisar wanita yang banyak dijadikan bahan serial dan film.

 

Fa Men Temple

Salah satu temple terkenal di Cina. Salah satu peristiwa menarik, di 1981, setengah pagoda (secara vertikal!) runtuh. Peristiwa ini malah membuka berbagai relik yang sebelumnya tidak diketahui ada di area tersebut.

Saat ini, yang juga membuat terkenal adalah kompleks baru yang arsitekturnya amat unik.

 

Day 3

 

Can’t help to share this photo… Shaolin Temple

Shaolin Temple

Terletak di kota Luoyang (juga bekas ibukota) yang ditempuh dengan bullet train (300km/h).

Tempat yang historis, yang entah berapa banyak kisahnya sudah muncul di berbagai film dan cerita. Jangan lewatkan atraksi martial arts di sini.

Shaolin martial arts show

 

Quanshun Mall

Tadinya mau ke Longmen Grottoes tapi mengingat baru jalan jauh sekali, jadi cari yang lebih menyenangkan, ke mall. Senang saat menemukan produk Kapal Api dan Mayora yang ternyata cukup mampu mendobrak pasar Cina.

 

Day 4

200 BCE, 600 CE, 600 CE !

Small Wild Goose Pagoda & Xian Museum

Jika berada di bangunan dan pohon yang sudah berusia 1300-1500 belum cukup memukau, maka saat masuk ke Xian Museum dan melihat benda-benda peninggalan 2200 tahun, pasti akan membuat kita tercengang akan hebatnya budaya manusia.

Benda-benda peninggalan di sini amat well-preserved.

 

Yongxingfang Food Street

Satu kompleks yang isinya adalah berbagai jenis makanan. Berat, ringan, dessert, minuman. Selengkapnya soal makanan, sengaja dibuat artikel terpisah di http://edunik.com/home/?p=6352

 

Day 5

 

Giant Wild Goose Pagoda

Temple dan pagoda ini terkenal karena menyimpan kitab dan benda dari India yang dibawa oleh Xuanzang (atau yang lebih kita kenal lewat pendeta Tong Sam Chong alias Tan Sanzhang dari cerita Journey to The West alias Sun Go Kong).

 

Qujiang Park

Bagian dari area wisata yang sedang dikembangkan. Sebenarnya area ini bisa seharian di-explore, namun mengingat membutuhkan jalan kaki yang panjang, kami hanya menikmati sebentar.

 

Ancient City Wall

Di bagian utara kota, terdapat tembok yang merupakan bagian dari benteng kota. Cukup memiliki nilai historis walau tidak melegenda seperti Great Wall.

 

Muslim Quarter

Muslim Quarter

Karena menjadi bagian penting dari jalur sutera, pusat kota Xian memiliki area yang amat kental pengaruh Timur Tengah. Warga yang tinggal di sini menganut agama Islam dan makanannya halal, didominasi daging kambing dan domba.

Untuk cerita makanan di Xian, bisa dilihat di sini : http://edunik.com/home/?p=6352

Area ini juga area pusat kota dimana terdapat Drum Tower dan Bell Tower.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Powered by: Wordpress