[travelog] Jalan-Jalan Manado (2006)

menado

menado

Begitu mendarat di Manado, takjub dengan airportnya. Selain Jakarta, tentunya Airport di Manado ini termasuk yang terbaik di Indonesia. Standard Internasional deh. Dengan tulisan dalam bahasa Minahasa: Sito Timou Tumou Tou yang artinya kalo engga salah ingat: orang hidup menghidupkan orang lain, ambience airport di Manado sudah sangat berbeda.

Untuk sampe ke kota, perlu sekitar 50 menit perjalanan menembus ‘hutan’ sangat cantik. Jauh lebih cantik lagi pada saat tiba di kotanya.

Bangunan2nya masih bangunan lama yang terawat, skalanya kecil, di kejauhan gunung Manado Tua terlihat cantik, sementara di sisi jalan di kejauhan bisa terlihat laut Sulawesi. Wuaaah.. engga bisa ditulis deh keindahannya. Bener2 cantik deh tanah Minahasa ini.

Orang Manado juga suka menyebut diri mereka sebagai orang Kawanua. Makanya banyak sekali toko2 yang menggunakan kata ini untuk nama tokonya.

Di Manado ini, ada sepupu temanku; keluarga Yongki & Lidia yang yang banyak memberi cerita mengenai Manado dan budayanya. Orang Manado ini suka sekali dengan makan. Pesta perkawinan, artinya makan2; acara kedukaan pun artinya makan2 selama 40 hari penuh.

 

1. Makanan

Waktu ditanya, jajanan pasar khas Manado apa; Lidia malah bingung. Dia bilang kalau orang Manado tidak sukan ngemil; lebih suka makan makanan berat, yang artinya nasi and the gank. Tapi mungkin aza pas ditanya Lidia engga sempet recalled. Pas kami diundang makan dirumahnya, dia beliin jajanan pasar khas Manado, seperti: Panada (pastel isi cakalang pampis), lalapa (lemper bakar isi ikan suwir), apang coe (kue mangkok dengan aroma gula aren), dll.

Kalau buah2an, hampir sama dengan di Jawa. Hanya saja mereka menyebut Langsat untuk duku yang kulitnya tipis.

STOP bicara tentang makanan disini, lengkapnya lihat yang ini saja!

Tapi ada satu hal lagi yang menurut aku lucu banget tentang makanan nih. Yongki & Lidia cerita, waktu mereka resepsi ke Surabaya berasa beda banget dengan kebiasaan di Manado. Sepanjang pesta berdiri, engga ada tempat duduk. Sudah itu, pas mau makan harus antri lama buat ambil makanan dan yang ada hanya nasi goreng yang biar udah diubek2 engga ada dagingnya. Padahal kalo di Manado, kalo ada makan2 artinya buka meja panjang. Makan sambil duduk dan diatas meja bakal terdapat berbagai jenis daging.

2. Bahasa

Bahasa yang digunakan sebetulnya mirip dengan bahasa Indonesia kebanyakan, hanya ada beberapa istilah yang engga biasa kita yang di Jawa ini pake. Istilah om dan tante itu umum banget digunakan. Bahkan driver (pria) juga bisa kita panggil dengan om; kalo kita kan biasa manggilnya bapak ya.. terus kalo mau manggil anak muda, misalnya pelayan di resto ya cowok dan cewek. Lidia kalo lagi cerita mengenai makanan, dia selalu bilang lebih suka bikin abon cakalang sendiri supaya rasanya bisa disesuaikan dengan leher mereka. Leher ini artinya selera.

Sedikit berbeda adalah, untuk penyebutan kata kita adalah torang, dan mereka adalah dorang. Terus kata untuk, seperti bahasa inggris; pakai kata for. Terus istilah baku nih. Dulu kan ada dalam bahasa indonesia, istilah baku hantam. Baru paham ini pas di Manado, istilah ‘baku’ tampaknya datang dari Manado yang artinya saling. Baku hadap misalnya yang artinya saling berhadapan. Baku muka, baku ganggu, dll Banyak deh, belum sempet explore lebih banyak lagi tentang bahasa ini. Unik dan menarik.

3. Wisata

TOMOHON
Kota kedua teramai di Sulawesi Utara, setelah Manado yang terletak di 700m diatas permukaan laut ini sejuk dan sangat cantik dengan bunga2nya. Itu sebabnya Tomohon disebut juga kota bunga.

Terletak di lereng gunung Lokon, pemandangan yang terlihat dimana2 adalah bunga dan kebun.

DANAU TONDANO


Danau terbesar di Sulawesi Utara. Nomor dua di Indonesia setelah Danau Toba.

Perjalanan ke danau ini sangat cantik. Hamparan sawah, rumah2 khas Minahasa yang terbuat dari panggung kayu, dan di kejauhan terlihat gunung Lokon.

Di pinggir danau ini terdapat beberapa restaurant yang menyajikan makanan ikan air tawar, seperti ikan mas dan ikan mujaer. Engga sempet dijajal, keburu udah kepengen makan all-you-can-eat-nya Heng Min. Cukup puas dengan menikmati keheningan dan keindahannya danau Tondano ini.

PASAR LILIR LOYOR

Buat masuk ke pasar yang berlokasi di china town-nya Manado ini seperti masuk jalanan kecil dengan pedagang di kiri-kanannya. Begitu masuk ke pasar ini, langsung yang terlihat adalah daging erwe (anjing) yang sudah dibakar, supaya tidak cepat membusuk. Masuk lebih dalam, kita bakal bisa lihat paniki atau kelelawar yang masih hidup. Satu ekornya dijual seharga Rp. 15K. Kalau kita beli, nantinya kelelawar itu akan dibakar dulu. Binatang aneh yang juga dijual dipasar ini adalah tikus ekor putih yang sudah dibakar. Warnanya hitam, tetapi masih terlihat kalau ekornya berwarna putih. Sebetulnya kalo mau melihat lebih banyak lagi binatang yang engga umum buat dimakan, mestinya ke Pasar Tomohon.

Orang Kawanua ini memang suka mengolah binatang yang engga umum buat kita yang tinggal di tanah Jawa untuk dijadikan makanan. Selain yang sudah disebut diatas ada juga monyet dan kucing. Konon pasar Tomohon (kira-kira 30 menit dari Manado) ini juga merupakan salah satu tujuan wisata.

Seperti pasar basah lain, dijual juga ayam, ikan, sayur, jajanan, buah, dan perkakas dapur juga.

KELENTENG BAN HIN KIONG

Merupakan tempat ibadat umat Tridharma tertua di kota Manado yang didirikan awal abad ke-19. Bahkan tertua untuk kawasan Indonesia Timur. Lokasinya tepat di pusat Chinatown, di jl DI Panjaitan.

…epilogue

Biasanya orang ke Manado itu artinya ke Bunaken. Jadi kalo sudah ke Manado, pasti orang tanya sudah ke Bunaken belum. Nah ini malah yang belum sempat dikunjungi selain tentunya masih banyak tempat lagi yang belum didatangi. Artinya, Bunaken – must not be miss lain kali.

Satu hal yang disayangkan, ruko2 dan mal2 sepanjang jalan Boulevard bikin pantainya jadi susah buat dilihat.. hmmm.. sayang sekali, padahal sangat sangat cantik.

7 thoughts on “[travelog] Jalan-Jalan Manado (2006)

  1. Halo Monike, saya sangat senang sekali membaca cirita-cirita Manado ini. Saya mohon hubungi saya ttg artikel-artikel Manado karena saya lagi buat website Minahasa dan masih kekurangan cerita jalan-jalan di Minahasa dan juga ttg makanan. Lihat http://theminahasa.wahrweb.com atau roderick.wahr(at)gmail.com.
    Syalom dari Amsterdam!

  2. hi MOn,
    itu kelenteng ban hiong deket sama optic-nya Hardy…..
    sempet liat ke china townnya gak?
    foto yg pertama itu di hotel mana? setau gue gak ada hotel yg seperti itu di manado.

    Henny

  3. Tambahan

    Satu lagi yg baru dari Manado – Patung Tuhan Yesus Memberkati
    Agak berlebihan kalau menurut saya, tetapi mudah2an bisa sungguh jadi berkat, terutama buat Manado.
    Patung Yesus ini konon merupakan ke2 terbesar di dunia, setelah Christ The Redeemer, di Rio de Janeiro, Brazil. Terletak di CitraLand Winangun, Patung yg menghadap kota Manado ini dibangun setinggi 50 meter yang terdiri dari 20 meter landasan pedestal patung dan badan patung setinggi 30 meter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *