Bon Appetit

[resto] Kembang Goela (Jakarta)

Kembang Goela

Kembang Goela

Di pintu masuk yang besar, terpasang board bergambar wanita jawa bersanggul dengan kebaya merah dan membawa kipas lipat; duduk di kursi tempo doeloe. Gambar ini pula yang terdapat pada halaman depan menu. Dengan tulisan ‘The Isles of Colourful Spice’ resto Kembang Goela menyajikan masakan khas Indonesia yang dibuat dengan mengambil romantisme nostalgia jaman doeloe.

Interiornya sendiri mengambil maunya mengambil gaya tempoe doeloe. Langit2 yang tinggi dan lampu bulat, serta hiasan2 model tempo doeloe. Tapi tokh tetap berasa seperti masuk ke rumah modern. Seperti model tempo doeloe buatan sekarang.

Menu2nya menawarkan makanan khas Indonesia.

Buat pembuka kami pilih: Asinan Sayoer Nyai Dasima (asinan sayur dengan saus kacang yang asam pedas dan menggunakan kulit nanas sebagai tempatnya. Disajikan dengan kerupuk mie warna kuning. Rp 27,5K)

Main coursenya:

Nasi Langgi Lima Serangkai (disajikan dengan serundeng, udang goreng, empal, sambel goreng kentang+telur puyuh, oreg tempe, irisan telur dadar dan kerupuk udang. Plus daun kemangi! Disajikan dalam pincuk daun pisang. Rp 42,5K)

Rijst Koening Kembang Goela (nasi kuningnya dibuat seperti tumpeng/kerucut dengan lauknya ayam goreng dan serundengnya, telur dadar iris, perkedel kentang pada kulit cabe merah, dendeng sapi manis, tempe kering dan sambal goreng kentang+udang ditambah dengan kerupuk udang disajikan pada piring panjang. Patut dicoba. Rp 47,5K)
Minumannya kami pilih Sekoteng (isinya lengkap sekali: kacang hijau, pacar cina, kacang tanah, roti dengan air jahe yang hangat. Rp 20K) dan Es Peyeumpuan (tape singkong yang diblender ditambah dengan tape singkong yg tidak diblender, kelapa muda, pacar cina, kolang-kaling, dan nangka. Warnanya pinky. Rp 25K)

Sebagai penutup,

De Javanese Tapé. Mirip colenak, tape bakar dengan saus jahe cair dihiasi dengan kelapa muda iris dan nangka. Rp. 17,5K

Boleh dicoba juga kalau hanya mau makan snack2nya buat high tea: Hollandche Krokét (Rp 12,5K), Bitterballen (Rp 35K), Poffertjes Van Oranje (Rp 15K), Pisang Gentjét (model pisang Epe-nya Makassar; hanya pisangnya digoreng (bukan dibakar) dan diberi saus gula jawa, Rp 15K)

Kalo mau makan ala meneer Belanda tempo doeloe, tempat ini recommended banget buat dijadikan pilihan. Rijjstafel istilahnya. Makan siang atau malam dengan nasi dan lauk lengkap plus menu pembuka (sop atau soto) dan menu penutup (kue2 manis khas jajanan pasar) dan disajikan oleh 10-12 gadis cantik/pria gagah dengan busana adat jawa yang biasa disebut jongos atau pelayan. Masing2 pelayan ini membawakan aneka jenis lauk yang berbeda mengelilingi meja menawarkan ke tamu makanan yang dibawa oleh mereka. Makanannya sendiri seperti makanan rumahan biasa sebetulnya. Nasi, sop/soto, sambal, sate, sayur, dll sampai ke makanan penutup seperti pisang goreng.

Tapi untuk menu model Rijjstafel lengkap, harus pesan dulu ya.

Lokasi:
Plaza Sentral, Parking lot
Jl. Jend Sudirman Kav 47-48, Ph. 5205651/25

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Powered by: Wordpress