[travelog] Hanzhou & Shanghai (2007)

2-6 November 2007

Ada yang bilang, kalo ke China.. ke Beijing lihat tembok China, ke Shanghai lihat kepala orang, ke Hanzhou lihat kota yang cantik dan ke Suzhou lihat wanita cantik.

Kali ini merupakan kunjungan yang kedua ke kota Shanghai dan pertama ke Hanzhou dan peribahasa itu benar sekali.

Hanzhou

Mendarat di Pudong International Airport, Shanghai, perjalanan dilanjutkan dengan mobil selama 3 jam (kalau pakai kereta hanya 1,5 jam) menuju kota Hanzhou, ibukota provensi Zhejiang.

Leifeng Pagoda (White Snake Legend)

Leifeng Pagoda (White Snake Legend)

Kalau proverb tadi diteruskan lebih dalam ttg Hanzhou, maka di bilang kalau diatas ada paradise, di bawah (China) ada Hanzhou dan Suzhou – untuk semakin menekankan kecantikan dari kota ini. Kota ini terkenal dengan kecantikannya, terutama karena Danau Barat (West Lake/Xi Hu). Danau Barat (beserta Pagoda Leifeng dan Jembatan Patah) ini juga merupakan tempat legenda Siluman Ular Putih.

Selain itu, kota ini juga dipakai sebagai setting dari cerita Sampek Engtay. Dua kisah cinta yang sangat legendaris ini menyebabkan kota Hanzhou juga terkenal sebagai kota yang romantis. Di kota ini juga terdapat makam Jendaral Yu Fei. Baktinya kepada orang tua dan negara hingga akhir hidupnya, membuat kota ini semakin menarik untuk dikunjungi.

Yue Fei, the legendary general

Yue Fei, the legendary general

Setelah menyusuri danau barat, malamnya menonton pertunjukan yang menceritakan mengenai ke-3 kisah ini. Panggungnya sangat fenomenal, bisa bergeser2 dengan teknologi laser yang keren. Walaupun bahasanya tidak dapat dimengerti, tetap saja sangat menarik.

Kota ini juga terkenal dengan hasil teh-nya, yakni Teh Longjin, yang merupakan jenis teh hijau.  Daunnya masih berwarna hijau dan masih berbentuk daun hanya saja sudah kering. Diseduh dengan air panas, uap panasnya dipakai untuk meng’uap’i mata, setelah hangat airnya diminum dan daunnya pun bisa dimakan. Dijual dengan cara, kita diberi kaleng kosong, terserah kita bagaimana cara mengisinya, sepenuh semampu kita. Biasanya, dapat masuk kedalam kaleng itu seberat 120 gr, tetapi kalau diisi oleh mereka bisa dapat masuk seberat 175 gr. Untuk produk dari Mei Jia Wu, harga yang ditawarkan adalah CNY 300/kaleng.

Shanghai

Kalau Beijing dikenal sebagai kota budaya, maka Shanghai lebih dikenal sebagai kota bisnis. Modern dan budaya barat sangat mempengaruhi kota ini. Makanya tidak heran, salah satu objek yang wajib dikunjungi malahan 2 tempat perbelanjaan yakni Nanjing Road (kawasan yang dibebaskan dari mobil, hanya ada trem untuk mengelilingi lokasi ini dan merupakan jalan untuk shopping terpanjang di dunia – 5,4 km) dan Yuyuan Shopping City (dengan classical chinese garden-nya).

Nanjing Road

Nanjing Road

Shanghai juga terkenal dengan The Bund-nya. Kawasan dengan bangunan2 tempo dulu konsesi Inggris, Prancis, Jepang dan Rusia; abad ke-18 dan ke-19 dengan dominasi karya arsitek Palmer & Turner serta Atkinson & Dallas. Kawasan ini masih terpelihara dengan sangat baik dan kini merupakan kawasan termahal di Shanghai.

Kalau mau melihat kota shanghai secara keseluruhan,kunjungi Oriental Pearl Tower (CNY 85). Dari atas menara ini ada banyak petunjuk, nama-nama dari setiap gedung atau sungai yang ada di Shanghai. Menara ini merupakan menara TV tertinggi di dunia (468m).

Oriental Pearl Tower

Oriental Pearl Tower

Serunya lagi adalah, kota shanghai yang terbagi dua antara barat dan timur ini, untuk berpindah wilayah kita harus menggunakan tunnel yang konon juga merupakan terpanjang di dunia. 2 km panjangnya dan 646,7 m di bawah Sungai Huangpu.

Shanghai juga terkenal dengan hairy crab-nya. Sayang, belum sempat mencicipi hanya melihatnya di bandara Pudong. Juga next visit mesti coba kereta express Magnetic Levitation (Maglev) yang punya kecepatan 400 km/jam.

Shopping

Belanja di China – senang2 susah, murah2 mahal. Harus selalu menawar, dan harus tegaan. Ditambah lagi, dengan kendala bahasa mesti siap tempur selalu. Kalau engga tega menawar, pasti dapatnya kemahalan.  Kalau nawarnya terlalu murah (dan seringkali sebetulnya memang di angka segitu harga layaknya), bakal dimarahin oleh penjualnya.

Patokannya adalah, selalu tahu perkiraan harga dahulu, turunkan sebesar 50%. Tanya2 ke beberapa toko dulu, biasanya mereka jual produk2 yang mirip sekali. Setelah dapat perkiraan harga, misalnya CNY 500, tawar saja CNY 250 misalnya. Tapi untuk dapat CNY 500 seringkali harga pertama yang ditawarkan CNY 2000. Unbelieveable! Kalau harganya sudah masuk, mereka akan senyum2 senang kok.. dan manis lho, padahal sebelumnya galak banget!

Ada dua pengalaman selama perjalanan ini.

Pertama adalah, hitung kembali jumlah item barang yang dibeli. Disebelah Yu Fei temple – Hanzhou, ada yang jual baju tidur dari sutera. Harga yang ditawarkan adalah CNY 100 untuk 3 item. Ada teman yang berhasil menawar CNY 100 untuk 7 item. Tour guide kami sebelumnya telah mengingatkan kalau penjual di tempat ini seringkali curang, jumlah item yang dimasukkan kedalam tas belanjaan tidak sesuai dengan kesepakatan. Karena tahu hal ini, makanya diperhatikan banget item2 yang dimasukkan. Tapi eh.. pas dihotel, hanya ada 5 item baju. Walaupun masih murah, tapi tetap saja sebel.

Be cautious when shopping

Be cautious when shopping

Kedua adalah, jangan beli karena terburu2. Kalaupun iya, lihat point pertama. Ceritanya, setelah keluar dari Oriental Pearl Tower di Shanghai, kami diserbu oleh penjaja mini tower. Harga kesepakatan dari beberapa temen yang beli adalah CNY 20 untuk 2 item tower. Seorang teman, paling akhir yang beli, dengan bangga bilang kalau dapat CNY 15 untuk 2 item. Eh.. pas diperiksa kembali, ternyata dari 2 item dalam doos itu, satunya adalah doos kosong. Hehehe.. dia sih ketawa senang, maunya bangga karena dapat murah eh malah ketipu dapat doos kosong saja.

 

9 thoughts on “[travelog] Hanzhou & Shanghai (2007)

  1. Aduhhhh … Monike, itu sich masih kemahalan ….!!! Aku beli tas dan baju2 selalu nunggu mereka menurunkan harga dulu tanpa kita tawar, dan dari harga awal mereka CNY 1600, aku akhirnya cuma bayar sekitar 60 – 80 lho!!! Sungguh … Pokoknya pasang muka cuek aja … haha …
    Note : aku nggak bisa ngomong Mandarin lho, pake bahasa Inggeris dan kalkulator aja modalnya. Malah kalau orang lokal nawar terlalu rendah, mereka bisa di-maki2 ….

  2. hehe gak di sana aja sih. aku pernah ketepu di mabunkrong, thailand. pas pertama dpt baju yg ada cacatnya, terus aku bilang minta ganti. pas dimasukin ke dlm tasnya, dikasih yg cacat itu. sebalnya bukan main. kayaknya beneran mesti ati2 deh belanja di mana pun. apalagi di kios2 yg murah meriah gitu.

  3. urusan tawar menawar di china emang gak gampang, kadang kudu modal nekat..kalau mau murah, dan emang mereka kadang suka gak jujur…seperti di Silk market di beijing, aye minta baju ukuran L…eh, dikasih L sih, tp ternyata pulang2 cek, tuh label L cuma ditempelin aje, sebenarnya itu ukuran S…sebel..mau balik lagi mahal di ongkos. Akhirnya kasih teman aje deh. BTW ukuran baju di china beda, kalau M buat ukuran S, Kalau L buat ukuran M. Aye kalau beli baju suka ke Xidan di beijing ada toko yg harga nya udah fixed gak usah nawar2 lagi. Kalau ke Ya SHow kudu nawar , tapi kalau udah kenal, mereka kagak kasih harga kagak gila2an, misoa bikin kemeja ukuran gede (maklum made in Germany) cuma RMB 100 udah termasuk bahan dan ongkos bikin..cuma 3 hari selesai. Makanya urusan baju buat misoa kagak pusing.

  4. Karena punya waktu 7 jam untuk menunggu pas perjalanan ke Britain bulan March 2008, 2X kesempatan masuk ke Shanghai untuk mencoba kereta api magnetic tercepat. Max kec bisa sampai 431 km/jam.. tetapi kalau pagi atau malam (bukan rush hour).. ‘cuma’ 300 km/jam
    Tokh.. hanya dg 8 menit sampe juga ke Long Yang rd Station.

  5. ke China adalah salah satu tujuan kita. tapi ya itu susah banget sama bhsnya. Aku tdk bisa ngomong bhs mandarin, gimana ya, kalau ke sana. bisa pusing berat nih heheh.. 🙂

  6. Monike, aku juga gak bisa bahasa mandarin, selama ini survive pake bahasa tubuh aja kok. Penjual2 nya keliatannya lbh ramah kalau tau kita bukan lokal…. at least kalo dia ngomel2 kitanya nggak ngerti 😛

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *