[travelog] Pulau Ambon (2008)

Setelah Papua, Kawasan Indonesia Timur yg engga kebayang bakal didatangi tapi by grace alone bisa didatangi juga adalah Ambon.

Ambon saat ini serasa berlomba membangun, setelah konflik berkepanjangan (1999-2006). Dengan pesawat Lion Air, 3,5 jam dan langsung dari Cengkareng ke bandara Pattimura, Ambon. Bandaranya cantik, sudah menggunakan belalai.
Pulau Ambon ini seperti huruf H terbalik 90O. Bagian penyambungnya ini, pernah dicoba diputuskan supaya kapal bisa lewat tanpa perlu memutar, tapi konon tidak bisa malah keluar darah.

FACT

Pulau Ambon adalah salah satu pulau yang ada di kepulauan Maluku. Luasnya 775km2, yang juga merupakan ibukota provinsi. Karena kebanyakan ada dalam ruangan plus memang udara sedang mendung, maka panas menyengatnya Ambon tidak berasa, kecuali pas harus ambil foto di patung Pattimura. Penduduknya bukan saja ramah, tapi sopan. Ini betul2 berasa pada saat disana. Belum lagi penggunaan bahasa Indonesia yang sangat baik & benar.

HOTEL

Ada banyak hotel di Ambon, seperti kalau mau di kota – ada hotel Amans (lokasi di pasar, jadi kalau menurut byk saran – jangan deh tinggal disini.. macet!) dan hotel Mutiara. Tetapi kalau mau pinggir sedikit (15 menit dari kota) – dan dekat pantai, Hotel Tirta Kencana boleh jadi pilihan. Per malam u/ deluxe RP 272.5K. Lokasinya di Jl. Raya Amahusu no. 1, ph. 0911-345840

Yang terbaru adalah Natsepa Hotel.

Natsepa Hotel

Natsepa Hotel

SOUVENIR

Selain tentunya mutiara laut (baik dalam bentuk perhiasan ataupun hiasan dinding), makanan (bagea dan kenari), dan kerajinan dari cengkeh (dibentuk model kapal) – yang sayang kalau dilewatkan adalah Minyak Kayu Putih. Dapat dari pastur, hasil penyulingan daun kayu putih (Melaleuca leucadendron Linn.) dari pulau Buru. Seperti produk khas Indonesia lainnya, sayangnya adalah packaging kurang meyakinkan. Coba kalau dibuat lebih bagus, pasti harganya lebih tinggi. Padahal minyaknya bagus banget lho.. berasa minyak & wanginya.
Untuk mutiara, kunjungi UD Mawar Jingga, ph. 0911.356269
Untuk oleh2 makanan dll bisa dibeli di Petak 10, jl Dr. Tamaela SK 28/1 – Ambon

MAKAN & JALAN

Tema perjalanan ini untuk makan adalah Ikan bakar & ikan bakar & ikan bakar. Walaupun sudah dibakar, kulit ikan laut ini masih tetap utuh. Katanya sih, karena laut di kepulauan Maluku ini sangat kencang makanya kulit ikannya jadi keras. Tapi malah bikin enak, dagingnya masih tetap utuh padahal sudah matang, dan tidak amis karena masih segar. Bumbunya dengan rica ataupun dabu (tomat, cabe rawit, bawang merah & perasan jeruk)

Day 1-Minggu 10 Feb

Begitu sampai, langsung makan di RM Dedes. Satu2nya tempat makan ikan laut yang buka pas hari minggu. Ikan bakar (tiap orang makan 1 ekor ikan 7 ons), bunga pepaya & kangkung. Sambal untuk ikannya, sambal colo2 (mirip dabu mentah), rica & sambal mangga+kacang.

Lanjut ke Pantai NatSepa. Lihat pantai sambil mencoba makanan di Food Stall sepanjang pantai, seperti rujak buah (Rp 5K – bumbunya dengan menggunakan gula aren yang dicairkan dengan potongan buah belimbing, dan diberi cacahan kacang yg berlimpah), sagu bakar (mirip yg di Bdg-bandros manis, hanya saja ini menggunakan sagu) dan sukun goreng (kulitnya renyah banget deh)

Pantai Maluku

Pantai Maluku

Lanjut lagi ke Tulehu, tempat belut besar. Belut untuk dilihat perlu dipancing oleh pawangnya dengan menggunakan telur ayam mentah, dan betul2 besar. Pencinta Unagi pasti senang melihatnya. Air di tempat ini juga bening sekali, ikan & batu2nya sampai terlihat dengan sangat jelas.

Malamnya makan di Pasar Ikan Higienis. – bukan seperti pasar, hanya saja lokasinya semula diperuntukan sebagai pasar. RM ini besar & bagus sekali, sayang makanannya standard saja. Ikan bakar lagi tentunya.

Day 2-Senin 11 Feb

Makan pagi, Nasi Kuning Ambon. Wah emang beda deh, rasanya lebih kaya bumbu (pakai daun jeruk purut & cengkeh juga kataya), lebih kuning & mengkilat juga, dan disajikan dengan dendeng rusa. Enak banget. Makannya di Keuskupan Amboina.

Setelah lihat Kathedral St. Fransiskus Xaverius lanjut buat keliling kota Ambon; Patung Pattimura depan kantor Gubernur & Patung Martha Christina Tiahahu depan rumah dinas wakil gubernur. Anehnya, secara Pattimura adalah icon kota Ambon, tetapi patungnya lebih besar patung MCT. Juga ada kuburan Australia, asri dan tertata dengan rapi.

Patung Pattimura

Patung Pattimura

Siangnya makan di RM Barcelona (Jln. Said Perintah no. 26 – ph. 0911.347728) – selain ikan bakar (tentunya), ikan dimasak kuah kuning dengan kenari. Enak banget, segar & sedap. Dimakan dengan papeda (sagu cair sebagai pengganti nasi), tidak ada rasa, tetapi enak banget untuk dicampur dengan kuah kuningnya walaupun keliatannya seperti lem. Katanya yg paling enak untuk masakan jenis ini ada di RM Barcelona.

Papeda alias sagu

Papeda alias sagu

Sorenya lanjut lihat Pantai Gerbang Kota, tetapi dilihat dari kejauhan; jadi tidak betul2 bisa lihat
Malamnya makan di RM Dedes II. Beda tempat dengan yg day1, tetapi rasa lebih enak. Kali ini selain ikan bakar, juga coba ikan dimasak kuah putih. Segar memang, mirip kuah asam Manado; tetapi lebih enak kuah kuning.

Day 3-Selasa 12 Feb

Sebelum pulang, mampir ke pasar beli kenari segar, terus ke airport-makan lagi di airport. Nasi Kuning. Belum puas soalnya..

PENUTUP

Next trip.. mesti lihat pulau2 lain deh, seperti Saparua, Pulau Pombo (lihatnya dari ambon aza, pulau ini hanya dihuni oleh burung), dan pulau Buru.

11 thoughts on “[travelog] Pulau Ambon (2008)

  1. Dendeng rusa …. emang enak banget dimakan sama nasi kuning…. kakakku sering bikin sendiri dan kirim ke jakarta…… makasih yach mba… liputannya sedikit mengobati kerinduanku sama kampung halaman

  2. boleh nitip dong dendeng rusanya….. daku di pekanbaru pernah makan sop rusa, tapi dah ragu itu bener2 rusa ato sapi yah? ndak bisa bedain sih? hehhee… tekturnya juga hampir sama ama sapi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *