Book

[book] Outliers

Outliers by Malcom Gladwell

Outliers by Malcom Gladwell

Sudah lama tidak baca buku thorough dari awal sampai akhir, bahkan ini pun sebenarnya bukan baca melainkan dengar audiobook, thanks to my routine running.

Outliers membahas kenapa seseorang bisa sukses. Sukses yang dimaksud di sini adalah meliputi : pebisnis terkaya Amerika, trio pembuat OS : Bill Joy – Bill Gates – Steve Job, rock-star Beatles, profesional (pengacara), bahkan hingga ke kultur (kenapa Asia bisa lebih sukses dari Western World soal matematik).

Buku tentang kesuksesan itu sudah banyak. Namun biasanya diambil dari cerita yang sudah sukses, atau pengamatan seseorang atas sukses seseorang. Resepnya pun tidak jauh jauh dari : kerja keras, dukungan keluarga, berkat Tuhan, motivasi.

Buku ini premise-nya dapat digambarkan dengan paragraf di bab terakhir : ‘Superstar lawyers, and math whizzes and software entrepreneurs appear at first blush to lie outside ordinary experience. But they don’t. They are products of history and community, of opportunity and legacy. Their success is not exceptional or mysterious. It is grounded in a web of advantages and inheritances, some deserved, some not, some earned, some just plain lucky—but all critical to making them who they are. The outlier, in the end, is not an outlier at all.’

Agar tidak salah kaprah, buku ini tidak bilang kerja keras itu tidak pengaruh. Secara spesifik, Gladwell mengatakan butuh 10,000 jam untuk bisa jadi jago di suatu bidang, apa pun itu. Nah, aspek-aspek di luar kita itu yang kadang membantu kita mendapatkan kesempatan untuk bisa jadi jago.

Buku ini juga tidak bilang, bahwa gen/IQ tidak penting. Namun Gladwell bilang ini adalah threshold, bukan variable. Mirip dengan tinggi badan di basket, IQ ga bisa cuma normal untuk sukses, namun hingga suatu titik yang dianggap cukup, kelebihan IQ sudah tidak pengaruh lagi.

Nah di luar kedua hal itu, ya hal-hal di luar kontrol kita. Contohnya :

KAPAN KITA LAHIR

Mungkin kita percaya kalau olahraga dianggap ‘adil’ karena yg jelek ya jelek, yg bagus ya bagus. Tapi hampir ga percaya saat Gladwell memaparkan bahwa pemain hoki es Kanada yang sukses itu banyakan lahir bulan Januari-Maret. Kenapa? Simply karena batas usia sekolah adalah 1 Januari, jadi yang badannya bongsor di kelas akan punya advantage untuk dianggap bagus, dan begitu bagus, dipisahkan dan dilatih khusus, dapat deh 10,000 jam-nya.

Gladwell juga bilang orang yang lahir awal 1910 adalah orang yang ‘sial’. Mereka lulus saat masa great depression. Saat mulai settle, karir (dan keluarga) mereka terganggu perang dunia 2. Sebaliknya, mereka yang lahir saat great depression malah AMAT diuntungkan. Mereka lahir saat hidup susah dan para ortu banyak yang memilih tidak punya anak. Saat mereka lulus kuliah, langsung perang, dan (kalau survive) saat pulang, semua fasilitas itu berlebih karena generasi mereka lebih dikit dari generasi sebelumnya. Kesempatan kerja? Jangan ditanya.

Bill Joy, Bill Gates, Steve Jobs adalah bapak platform : Sun, Microsoft, Apple. Yang unik, ketiganya lahir di tahun yang mirip (beda tidak sampai 2 tahun, Google aja). Yang lebih unik lagi? Ketiganya punya ‘luck‘ untuk bisa ketemu komputer masa peralihan dari punch card dan main frame ke personal computer. Dan kesempatan untuk bisa menghabiskan waktu berlimpah di depan komputer tersebut. Generasi yang lahir sebelumnya terlalu tua untuk mulai, yang lebih muda sudah kalah jago. Dan di generasi mereka, hanya segelintir yang bisa dapat kesempatan di sana, dan hampir semua sukses (Paul Allen dan Steve Balmer termasuk di sini).

SUKU BANGSA

Tidak usah mengkaitkan dengan rasis, tapi suku bangsa apa itu mempengaruhi kesuksesan. Mari kita lihat lagi contoh luar biasa dari Gladwell.

Industri penerbangan yang sering jatuh itu dapat dilihat dari budaya bangsa pilot-nya. Korea pernah mengalami rekor buruk, kenapa? Simply karena di cockpit, pilot dianggap raja, dan cara komunikasi Korea itu amat sungkan, jadi kadang copilot tidak bisa menjelaskan situasi berbahaya.

Kantor pengacara Yahudi yang sukses sekarang, terjadi karena di tahun 1940, mereka dikucilkan. Tidak bisa masuk ke law firm orang kulit putih. Akibatnya, mereka bikin sendiri dan beberapa ambil spesialisasi yang dulu tidak laku, seperti Merger & Acquisition. Dua puluh tahun kemudian, siapa yang sudah menghabiskan 10,000 jam di bidang ini? Ya mereka!

Bangsa Asia disebut lebih jago matematik ketimbang barat. Kenapa? Malcolm Gladwell mengaitkan pada sistem pertanian. Sawah dianggap sebagai lambang kerajinan. Harus dibajak (disiksa), harus disiangi, harus di-irigasi, harus dirawat. Petani itu kerja keras. Dan menurut Gladwell, matematik itu simbol dari kerja keras ketimbang kepandaian. Bangsa petani tidak keberatan untuk kerja 10 jam sehari karena secara budaya sudah biasa kerja 10 jam dan 360 hari setahun. Sementara bangsa pemburu dan peladang hanya kerja 1/3 hingga 1/10 dari bangsa petani.

Kota cowboy di Amrik yang paling ganas, ternyata banyak keturunan Irlandia. Lebih spesifik, orang pegunungan. Lebih spesifik, karena di gunung, bangsa peternak. Lebih spesifik, peternak itu tidak seperti petani, amat individual/klan karena inti dari peternakan adalah jaga lahan. Sementara pertanian, butuh kerja sama.

FAKTOR X

Dan di luar faktor itu, ya banyak faktor lain. Contoh terakhir, Beatles. Kalau dengar biografi mana pun, kisah sukses Beatles dimulai dari saat John Lennon ketemu Paul McCartney. Namun kalau Gladwell melihat beda. Sukses Beatles baru ditentukan saat seorang pebisnis klub malam Hamburg ke London buat cari band.

Bukannya dapat band dari London, dia ketemu pengusaha Liverpool yang bilang mendingan cari band di Liverpool. Jadi di ke Liverpool dan menggaet Beatles.

Beatles dapat kesempatan manggung di klub 24 jam. Mereka manggung bisa 4-8 jam sekali tampil. Jadi selama di Hamburg 1-2 tahun, mereka manggung lebih dari 1,000 jam. Banyak band yang seumur hidup manggung kurang dari itu. Beatles melakukannya sebelum umur 20 tahun.

————–

Verdict : benar salahnya nomor dua, tapi buku ini kasih wawasan baru lewat fakta yang enak dilahap. Brilyan. Definitely akan cari buku Gladwell berikut untuk didengar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Powered by: Wordpress