Book

[book] The Lady in Red

Lady in Red

Penulis :  Arleen A
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama. 2016
ISBN. 978.602.03.2712.9

Sudah lama sekali tidak mencium wangi buku. Buku The Lady in Red tulisan dari Arleen A ini memberi kesempatan pada saya untuk mencium lembaran-lembaran kertas pada buku.

Sensasinya beda. Pun setelah lama tidak membaca buku (dalam bentuk lembaran kertas) ternyata saya sangat menikmati. Couldn’t put this book down. Dibaca habis langsung. So good.

The Lady in Red ini bercerita mengenai 2 keluarga dari tahun 1920-2020.
Keluarga Wotton dan keluarga Stephens yang tinggal di Fort Bragg, 4 jam dari San Fransisco. Kedua keluarga ini tinggal bersebelahan dan sama-sama memelihara sapi. Tapi rasa mereka terhadap sapi yang dijadikan tumpuan penghasilan ini menjadikan kedua keluarga ini sangat berbeda.

Cinta keluarga Wotton terhadap sapi dan peternakannya dari generasi ke generasi menjadikan keluarga ini seperti penuh cinta. Sebaliknya keluarga Stephens menganggap sapi dan peternakannya itu bau dan tidak menyenangkan, dan akhirnya menjual peternakannya dan pindah ke San Fransisco.

Kedua keluarga ini dipertemukan kembali di generasi berikutnya, di pertenakan yang sama di Fort Bragg.

Buat saya, karakter Betty Liu ini menarik. Sederhana, cerdas dan penuh cinta. Keturunan Tionghoa yang suka mengenakan baju warna merah. Mulai dari remaja yang jatuh cinta dengan Robert Wotton lalu kemudian masuk ke dalam keluarga Wotton.

Cerita kemudian berlanjut saat Betty Liu menjadi nenek buyut dari Rhonda Roth, yang juga suka mengenakan baju warna merah. Mengamati perkembangan perternakan sambil melihat keluarganya bertumbuh dan berkembang.

Betty Liu menyaksikan cinta antara Rhonda Roth dan Gregory Drew, 2 cicit yang sangat dia sayangi. Saling mencinta namun tidak berani mengungkapkan sehingga hadir di tengah mereka, Brandon Rasensky.

Jalinan cerita yang lancar dan ringan serasa membaca buku biografi dua keluarga besar. Straightforward dan mudah dipahami. Buku ini juga mengingatkan pada kita untuk percaya pada perasaan dan berani mengungkapkan perasaan. Overall I really enjoyed the reading.

One final note, setelah selesai membaca buku The Lady in Red – saya mengulang membaca bukunya kembali di bagian interlude. Really Fun!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Powered by: Wordpress