[travelog] Korea 2003

Overall

Paling menyenangkan memang perjalanan bisnis yang dicampur liburan. Tiket jadi tentunya murah, bayar 1 dapat 2. Makanya merasa beruntung sekali dengan perjalanan ke Korea ini, ada penerjemah yg bisa bhs Indo+Korea & dibawa keliling oleh lokal plus

our journey in South Korea

diperkenalkan makanan aslinya. Foto2 lainnya bisa dilihat disini.

 

Day 1 & 2 | 20-21 Nov- Jakarta to Taipei

Ambil 1 day tour Taipei (1 mobil u/ 6 pax = USD 100). Kesempatan buat lihat kembali stl 6 th (th 1997) yg lalu sempat 1 bulan di Taiwan. Masih tetap sama: Martyr’s Shrine, National Palace Museum, CKS Memorial Hall, etc.

Malamnya terbang ke Incheon, Korea Selatan

 

Day 3 | 22 Nov – Incheon to Iksan

Pagi hari (betul2 pagi hari, sekitar jam 2 pagi) tiba di Incheon. Dijemput oleh principle (tepatnya president-nya; istilah president di Korea menunjukkan status sbg owner sementara direktur adalah karyawan) untuk perjalanan di lanjutkan ke Iksan (sekitar 3 jam perjalanan dengan mobil). Kesan pertama ttg KorSel adalah, banyak sekali neon sign warna merah dg bentuk salib. Incheon adalah off shore island tempat airport internasional ada, juga sebagai penghubung kota Seoul.

Iksan adalah salah satu kota kecil di Jeollabuk-do, tujuan utama tinggal di tempat ini adalah business only; karena pabriknya ada di kota ini.

Hotel tempat menginap pun hotel kecil: Hannover Hotel. Bersih, unik dengan hiasan kembang2 dengan lantai hangat & ammenities hotel ukuran besar (pakai botol aslinya, bukan unit2 kecil). Efisien sekali, petugasnya tidak hanya satu; tetapi setiap orang fungsinya rangkap: resepsionis, cleaning service, waiters & koki.

Setelah urusan bisnis selesai, lunch di salah satu resto di Iksan dengan menu Ginseng Chicken Soup / Samgye-tang

Sorenya, hunting Long John terus dilanjutkan ke: Iksan Jewelry Museum (koleksi jewelry dari jaman 3 kerajaan: Koguryo, Paekje and Silla dan juga melihat kemajuan dari Korean jewelry industry), Iksan 5-story stone Pagoda dan salah satu stadium dimana World Cup 2002 diadakan.

 

Day 4 | 23 Nov – Iksan

Setelah bisnis juga, ke Saemangeum Project di provinsi Jeollakbuk-do; yakni project reklamasi yang dilakukan di daerah Jeollakbuk-do. Ditentang dan diinginkan juga. Ditentang karena merusak alam, diinginkan karena dibutuhkan lahannya. Lokasi dipinggir pantai dan untuk pertama kali ‘berani’ makan oyster mentah. Tepatnya malah, oyster dibukakan oleh ibu penjajanya kemudian langsung diberikan ke mulut.. uh.. enak ternyata. (sejak itu jadi ‘berani’ makan oyster; tapi doyan sih engga.. hehehe). Lunchnya di tempat

geumsansa temple

yang sama, sashimi ala Korea.

Selanjutnya ke Geumsansa Temple yang dibangun th 599, 3 lantai dan terbuat dari kayu.

Malamnya mencoba Bulgogi – enak juga, daging dibakar kemudian ditaro di daun terus dikasi bawang putih, irisan cabe hijau dan saus sambal.

 

Day 5 | 24 Nov – Iksan

Breakfast kali tidak di hotel tapi diajak ke suatu tempat – makan seperti mie kuah di tempat yg besar sekali dengan banyak meat & seafood, diaduk2 kemudian dituang ke mangkok masing2 atau langsung dimakan rame2 dari tempatnya. Lupa namanya. Sepanjang hari do the business things, malamnya main di semacam timezone di salah satu di ‘desa’ dekat Iksan

 

Day 6 | 25 Nov – to Gyeongju

Selesai sudah urusan bisnis.. tinggal jalan2nya. Target 1 adalah Mt. Cheonwangbong (kedua tertinggi di KorSel), ke arah selatannya Korea. Di lokasi ini terdapat Jirisan National Park. Lunch-nya adalah Bibimbap di dekat National Park. Pertama kali makan, rasanya sedih sekali. Nasi di mangkok batu yang panas dengan sayuran dan telur mentah; kemudian dikasi sambal sebanyak2nya, diaduk2. NasGor Indonesia aza lebih enak.. tapi ternyata selanjutnya, bibimbap adalah fave saya buat makanan Korea, kedua setelah Samgye-tang.

Melewati Pusan, kota kedua terbesar & tersibuk setelah Seoul dilanjutkan ke kota Gyeongju. Gyeongju merupakan salah satu kota tujuan wisata yang dulunya merupakan ibu kota pada saat dinasti Silla.

Malamnya menginap di Gyeongju Park Tourist Hotel.

 

Day 7 | 26 Nov – to Yongin

Tumuli Park – merupakan tempat tombs raja2 jaman dinasti Silla. Bentuknya gundukan2 berumput dengan huge sizes dengan jumlah 23 tombs, betul2 jadi fenomenal. Salah satu tomb: Cheonmachong boleh dimasuki. Dibangun pada abad ke 5M, tomb dg ukuran tinggi 13M dan diameter 47 m ini menyimpan barang2 jaman dulu yang dibawakan untuk raja yang telah mangkat.

Cheomseongdae Observatory – terletak di Wolseong Park ini merupakan tempat untuk observasi astrologi yang didirikan di th 632-646 diatas 12 batu (sebagai tanda jumlah bulan) sebagai dasar dengan 30 layers (sebagai tanda jumlah hari)

Gyeongju National Museum – koleksi artefak Korea terbaik ada di museum ini. Di tempat ini juga terdapat Emille Bell, terbesar di Asia Tenggara. Konon jika dibunyikan, suaranya akan terdengat sejauh 3KM.

Lunch-nya sekali lagi, traditional korean style.. dengan banchan yang sangat beraneka ragam; sampe2 rasanya tidak perlu pesan menu utama.

banchan.. hmmm…

Seokguram Groto – terletak di atas gunung dekat Bulguksa merupakan tempat sembahyang Buddha. Posisi patung Buddha ini adalah melihat ke arah laut timur sebagai lambang pelindung negara. Pada saat penjajahan Jepang, tempat ini dirusak. Oleh Unesco kemudia dilakukan revitalisasi.

Bulguksa Temple – 16Km dari kota Gyeongju, merupakan tempat lambang kejayaan dinasti Silla. Yang cantik dari tempat ini adalah lukisan2 di interior kayu-nya dengan warna2 yang cantik.

Perjalanan dilanjutkan ke kota Yongin (40 km dari Seoul, merupakan kotanya Korean Folk Village dan Everland)– dan menginap di Hotel Leeds Bill. Hotel ini menyediakan minuman kaleng (kopi) gratis dan boleh ambil sesukanya.

 

Day 8 | 27 Nov – to Seoul

Everland –amusement park; mirip Dufan, mestinya datang pada saat salju sudah datang; lebih bagus karena ada beberapa permainan yang hanya bisa dimainkan pada musim salju.

Perjalanan dilanjutkan ke Seoul – langsung diarrange untuk menginap di Jamsil Hotel. Hotelnya mahal dengan fasilitas sederhana. USD 90/night. Belum lagi karyawannya tidak ada yg bisa bahasa Inggris.

Karena guide yg bisa bhs Indo juga ada urusan sendiri, digantilah guide yang sangat baik

everland

hati dengan bahasa inggris payah dan tidak bisa bahasa Indo. Jadilah banyak miscom.

Untuk keliling kota Seoul, subway sangat dimanfaatkan. Selain dengan subway tidak perlu komunikasi lagi untuk tanya arah dll, juga lebih cepat. Seoul ini merupakan kota yang sangat padat mobil.

Malamnya shopping time; ada 2 tempat belanja tradisional yang harus tawar menawar untuk belinya yakni Dongdaemun Market (terbesar di Seoul dengan produk pakaian, jaket kulit, dll) dan Namdaemun Market (lebih murah, dan utamanya adalah beli ginseng, nori, dan crafts lainnya)

 

Day 9 | 28 Nov – Seoul

Seoul City Hall – berlokasi di kompleks gedung2 pemerintahan, hotel termasuk Toksugung Palace, Namdaemun Gate dan Sejong Cultural Center. City Hall nya sendiri dibangun th 1926 sbg Seoul Metropolitan Government

Gyeonghuigung Palace – didirikan th 1617-1623 merupakan satu dari lima palace yang ada di Seoul.

War Memorial Museum – sejarah peperangan Korea dengan Mongol, China, Jepang & Vietnam.

Namsangol Traditional Village – merupakan tempat rumah2 tradisional dari Dinasti Joseon. Di tempat ini pula bisa dilihat proses pembuatan Kimchi

Great South Gate Seoul – Pintu gerbang yang dibangun ulang th 1447

Borugak Jagyeongnu – Water Clock of Borugak Pavilion, dibangun pada jaman raja Jungjong, Dinasti Joseon oleh Jang Yeong-sil sebagai penanda jam secara otomatis dengan menggunakan air untuk membunyikan bel.

 

Day 10 | 29 Nov – Seoul

Lotte World – Kompleks perbelanjaan modern terbesar di Korea, dengan dept. store, shopping mall, cinema, restaurant dll.

Dinnernya, bosan dg Korean.. pilih steak yang disajikan dengan Kimchi!

 

under the blossoming tree?

Day 11&12 | 30 Nov – 1 Dec – Seoul to Incheon to Taipei

Kembali ke Jakarta lewat Taipei

Catatan Akhir:

1. Ada banyak tempat sebetulnya yg common dikunjungi oleh orang yg melakukan tour – tapi karena guide kami sangat lokal (baca: asli orang KorSel) maka yang ditunjukkan adalah yg menurut dia menarik & mudah dijangkau.

2. Orang Korea tampaknya suka sekali dengan minum kopi. Pasti setelah makan, mostly dapat kopi yang sudah tidak perlu bayar lagi. Bahkan di banyak pertokoan disediakan mesin kopi yang juga bisa kita ambil secara free.

3. Orang Korea juga merupakan pekerja keras, sangat serius dalam bekerja; tetapi juga sangat senang entertainment pada saat sedang tidak bekerja: karoeke atau disko.

4. Survival Phrases : Hello – annyeong haseyo & Terimakasih – gamsa hamnida

5. Ada 1 yang paling disesalkan, tidak kebagian saljunya Korea. First Snow tgl 5 Des.. Hiks!

6. Mesti datang lagi ke Korea nih, selain belum lihat salju.. masih banyak tempat menarik yang dapat dikunjungi. Lihat site ini buat panduannya.

4 thoughts on “[travelog] Korea 2003

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *