[travelog] Tanah Toraja (2008)

Jan 08 – Kata Toraja berarti To Riaja, yang mengandung arti “orang yang berdiam di negeri atas atau pegunungan” dan ini sesuai dengan topografi Tanah Toraja yang berada di daerah pegunungan, bukit dan lembah.

ADAT ISTIADAT

Adat istiadat Toraja dibagi menjadi 2, yaitu Rambu Tuka’ (aluk rampe matallo) dan Rambu Solo’ (aluk rampe matampu).
Rambu Tuka’ adalah ritus yang terkait dengan upacara sekitar kehidupan, dalam kelompok ini antara lain upacara kelahiran, perkawinan (rampanan kapa’), pesta panen, pesta sukuran/suka cita dst. Ritus ini dilakukan pada saat matahari terbit hingga tengah hari. Ritus ini berorientasi kearah timur dan biasanya dilaksanakan di sebelah timur Tongkonan (rumah adat Toraja).
Rambu Solo’ adalah adat yang mewajibkan keluarga yang di tiggal menyelenggarakan sebuah pesta sebagai penghormatan terakhir pada mendiang yang telah meninggal. Orang Toraja menganggap ritus ini sebagai ritus yang lebih penting dibanding Rambu Tuka’.

Ada empat warna khas Toraja yang selalu menghiasi baik lukisan ukir kayu maupun kerajinan lainnya. Warna-warna itu adalah hitam sebagai lambang kematian yang menggunakan abu, merah sebagai lambang darah yang menggunakan bahan tanah, lantas kuning yang bermakna kesenangan dengan bahan dari tanah, serta warna putih sebagai simbol kesucian dengan bahan pewarna dari batu kapur.

Rumah adat Toraja disebut Tongkonan, yang berarti tempat duduk. Dulu Tongkonan merupakan pusat kekuasaan adat dan tidak dimiliki oleh perseorangan. Bentuknya menyerupai perahu yang berdinding papan berukir. Deretan tanduk kerbau yang terpasang rapi di depan rumah menandakan status sosial pemiliknya.

The number of the horns determine the social-economy status of the owner!

The number of the horns determine the social-economy status of the owner!

WISATA

Objek yang paling menarik di Toraja adalah menyimpan jenasah pada tebing (liang batu), sehingga kawasan pemakaman menjadi tujuan wisata.

1. Londa
Berada di desa Sandan Uai, Kecamatan Kesu’, atau 7km dari Rantepao arah selatan. Puluhan tengkorak berserakan di sisi batu, sementara petinya (atau disebut erong) telah lapuk. Untuk kalangan bangsawan, yang meninggal juga akan dibuatkan tau-tau (patung) dan dimakamkan melalui upacara adat tertinggi dengan puluhan kerbau sebagai kurbannya.
Untuk masuk kedalam areal ini, diwajibkan menggunakan pemandu untuk memastikan tidak ada yang mengambil barang berharga di dalam area makam.

Londa

Londa

2. Lemo
Diberi nama Lemo karena model liang batu ini menyerupai jeruk. Dari kejauhan bisa dilihat tau-tau dan makam yang dipahat di dinding batu.

Lemo means 'orange' fruit

Lemo means ‘orange’ fruit

3. Buntu Pune
Merupakan lokasi pemukiman masyarakat Toraja yang dibangun oleh Pong Maramba th 1880. Terletak di 3km dari Rantepao. Buntu pune berarti ‘di atas batu cadas’, karenanya dinding2 cadas dimanfaatkan sebagai makam leluhur.

Buntu Pune

Buntu Pune

4. Kete Kesu’
Terletak sekitar 4km dari Rantepao, merupakan kompleks perumahan adat Toraja yang masih asli. Beberapa tongkonan dilengkapi pula dengan alang sura’ (lumbung padi berukir).

Kete Kesu

Kete Kesu

5. Tinimbayo
Kalau mau lihat Toraja dari atas, jangan lupa kunjungi Tinimbayo. Sekedar minum kopi khas Toraja sambil menikmati udara dan view pegunungan. Perjalanannya pun sangat entertaining, rumah khas Toraja sampai dengan batu2an yang serasa diserakan oleh Yang Maha Kuasa di atas Tanah Toraja. Seperti diberi kesempatan juga untuk mengubur di batu2 tersebut.

Coffee shop & the view in Tinimbayo

Coffee shop & the view in Tinimbayo

MAKANAN

Tidak terlalu banyak kesempatan untuk mencoba makanan ala restaurant, tapi sangat beruntung bisa ‘ikut’ makan bersama keluarga Toraja. Makanan Toraja hampir semuanya serba hitam, termasuk nasi hitam (bukan ketan! Tapi ada juga beras merah & putih). Hitamnya makanan ini berasal dari kluwek (sama seperti rawon).
Daging yang digunakan umumnya kerbau (bukan sapi, pun kalau mau sapi harus didatangkan dari luar daerah), babi, ayam, dan ikan.

Jenis makanan khas toraja (dengan perbedaan jenis daging yang digunakan) adalah (daging yang dimasak dalam bambu dengan sayur mayana dan kelapa, kemudian dibakar di dalam bambunya) dan pa’piongpamerasan (daging dengan bumbu dari kluwek). Rasanya gurih dan pedas.

OLEH-OLEH

Kerajinan ukiran, miniatur tau-tau, kaos dll. Tapi terutama yang menarik buat dibeli adalah kopi Toraja. Biasanya orang Toraja sendiri minumnya adalah Robusta. Namun karena permintaan turis asing, maka disediakan pula kopi Arabika yang harganya bisa 2X dari Robusta.

PENGINAPAN

Kalau mau hotel berbintang di kota, Toraja Heritage Hotel. Tapi kalau mau dengan suasana betul2 asli Toraja banyak sekali tersedia Homestay. Salah satunya adalah Mentirotiku (daerah Batumonga, HP. 0811.422256 / 0813.55503399). Pilihan kamar adalah bangunan semi modern, satu kamar u/ 2 orang menghadap gunung (Rp 200K/night) ataupun rumah adat Toraja (Rp 70K/pax/night.. 1 ruangannya bisa diisi 3 orang dan 4 orang.. 1 bangunan full 7 orang.. tetapi kalau dalam 1 ruangan hanya diisi 1 orang, maka harganya Rp 90K dan tidak akan di share dengan orang lain. Kamar mandi di luar). Semua harga ini sudah termasuk makan pagi.

9 thoughts on “[travelog] Tanah Toraja (2008)

  1. Cara meyimpan mayat di bukit2 di Toraja sama dengan salah satu suku di Philippines di daerah wisata namanya Sagada, di kep. Luzon. Kebetulan aku dulu tinggal di Manila dan sempat jalan2 ke Sagada dan Banaue. Mereka menyebutnya Hanging Coffins krn peti2 mayat di taruh aja di bukit limestone tsb.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *