Kami Mohon
Bantulah Tuhan
Bantulah kami menemukan masa depan
(diambil dari Buku Biru)
Minggu lalu, merupakan salah satu perjalanan yang menyenangkan untuk kembali ke Bandung. Mulai dari Starbuck yang ada di tol Cikampek, nginep di Lembang (Hotel Pesona Bamboe), makan colenak dan ketan bakar malam2, ziarah ke Gua Maria di Karmel, juga ketemu dengan Mang Oyo.
Perjalanan ini dalam rangka Misa Syukur ke-30 GEMA – “Tempat kami bertumbuh bersama, berbagi, dan merasakan kasih Allah.” Tema misa ini betul2 ‘kena’ buat kami. GEMA (Gereja Mahasiswa) tempat kami memulai segalanya. Tempat Tuhan membantu menemukan masa depan. Buat saya hal2 yang sangat basic-pun saya pelajari di GEMA: belajar ngeprint excel! Selain itu, di GEMA juga banyak kegiatan yang membuat kita banyak tau hal2 yang engga diajarin di Kampus; berorganisasi, bikin bulletin, belajar power point, maen truf, ngadain Bimbel, promosi, dll.. bahkan sampai kenal dengan teman hidup dan juga menikah dilakukan di GEMA. Oh ya, satu lagi: salah satu program GEMA tahun 1996 itu adalah memberi presentasi mengenai studi di Universitas di SMA St. Laurensia. Karena kegiatan inilah, kami pertama kali melihat Alam Sutera dan ‘mengincar’ untuk tinggal di lingkungan ini. Pastinya, banyak sekali kami ‘berhutang’ ke GEMA.
GEMA sendiri berlokasi di Kapel Biara Pratista Kumarawarabrata, jl. Sultan Agung no. 2 – Bandung. Tepatnya berada satu kompleks dengan sekolah St. Aloysius. Makanan favorite di seputar GEMA, setelah pulang dari GEMA tuh gudeg yogya, lumpia basah, dan ambokueh plus 10 kantin yang di Aloy. Walau GEMA membawa kata Gereja, banyak sekali kegiatan yang bukan liturgis yang dilakukan di GEMA. Akibatnya, hampir tiap hari kalau sedang tidak ada kuliah, pastilah ke GEMA.
Mengutip dari buku Misa Syukur GEMA: alm. Pst Yan Sunyata OSC pernah bilang GEMA itu ‘de deur open holder’ artinya pintu yang terbuka bagi siapapun. Di GEMA adalah tempat yang tepat untuk ketemu dengan mahasiswa Katholik yang bersekolah di kota Bandung.
Kegiatan menggereja yang saya alami di GEMA pun luar biasa. Pertama kali dilatih dan menjadi lektor. Lagu2 yang digunakan kebanyakan lagu dari buku biru, koor sering diberikan oleh frater2 dari OSC, pun setelah misa kegiatannya beda: mulai dari pengumuman pas misa pun beda (banyak banget pengumumannya, bisa sampe 10-an dan itupun pengumuman mengenai jadwal meeting biro2 yang ada di GEMA) plus OMKT (Obrolan Minum Kopi dan Teh – jadi setelah misa tidak pulang, tapi ngobrol dulu dengan yang lain).
Sumus Ecclesia Vivens – Kami adalah Gereja yang Hidup.
Ada 3 lagu yang dinyanyikan pada saat Misa Syukur ini, yang ketiganya diambil dari buku Biru dan kebetulan merupakan favorit kami juga: Cinta (BB II–166), Biji (BB I-94) dan Berikan Daku Hati (BB I-52: jadi inget, lagu ini sering dipake pas maen truf yg artinya minta hati dari partner kita atau minta hati yang banyak: ‘Berikan daku Tuhan hati yang banyak’.. hehehe).
Ini liriknya:
Cinta (BB II–166)
Cinta itu berprakarsa
Yang mengundang langkah pertama
Bertepuk sebelah tangan
Yang diundang tidak datang
Tempat telah disediakan
Perjamuan disiapkan
Cinta itu berprakarsa
Ia menantang manusia
Cinta Allah sia-sia
Cinta itu berprakarsa
Mengundang langkah pertama
Cinta itu kebebasan
Bukan kesima dan paksaan
Mengajak orang pinggiran
Mengundang orang buangan
Hari cerah penuh harapan
Anak hilang dinantikan
Cinta itu kebebasan
Tetap memberi kesempatan
Senyum serta pengampunan
Cinta itu kebebasan
Cinta itu kebebasan
Biji (BB I-94)
Reff:
Jika biji tidak mati
Ia tetap tinggal biji
Namun bila ia musnah
Berbuah berlimpah-limpah
Pada suatu ketika
Kaki murid dibasuh-Nya
Ia Raja hina dina
Tanpa mahkota
(Reff)
Ia sahabat sejati
Demi kita Ia mati
Hidup jadi penuh arti
Dengan mengabdi
(Reff)
Seperti roti dikunyah
Menguatkan badan lemah
Seperti humus di sawah
Menyubur sawah
(Reff)
Siapa yang hilang nyawa
Ia akan mendapatnya
Siapa yang terkecil
Jadi terbesar
(Reff)
Berikan Daku Hati (BB I-52)
Reff:
Berikan daku Tuhan hati yang peka
Hati untuk mencinta
Telah kautanam dalam diriku
Rasa percaya, sikap yang rela
Mekarkan daku, matangkan daku
Jadikan sabar seperti ibu
(Reff)
Pohon yang kekar air yang deras
Dipermainkan air jenaka
Hidup jangan terlalu kaku
Jadikan daku ramai dan lucu
(Reff)
Hidupku ini luas dan indah
Hidupku ini ya anugerah
Berikan daku hati terbuka
Hati yang juga mau terluka
(Reff)
Hidupku lagu serta tarian
Tersirat arti, janji, harapan
Harus digali dan dihayati
Agar direguk dan dinikmati
(Reff)
Jadikan kami seperti Kristus
Orang lega, bebas, serius
Berani mati, berani hidup
Orang yang sempurna, orang yang utuh
(Reff)

5 Comments