One moment of patience may ward off great disaster.
One moment of impatience may ruin a whole life.
~Chinese Proverb
Kalo di Malaysia disebut Jom, di Inggris disebut Come, di rumah kami, cukup dengan kata Yu buat bilang Ayo! nyebut kata Yu jadi inget Yuyu Kangkang.
Dongeng waktu kecil that fill our imagination.
Dongeng ini mengenai empat gadis cantik yang merupakan anak seorang janda. Kecantikan mereka membuat Ande-ande Lumut, seorang pangeran yang ganteng terkesima.
Ande-ande Lumut yang sedang mencari seorang istri mengundang keempat gadis cantik tersebut untuk datang kekediamannya. Undangan tersebut disambut dengan girang oleh keempatnya. Mereka pun segera berangkat memenuhi undangan itu.
Dalam perjalanannya, ternyata mereka harus menyeberangi sungai yang dalam. Pada saat itu, munculah penjaga sungai Yuyu Kangkang. Si Yuyu menawarkan untuk menyeberangkan mereka dengan catatan diberi imbalan ciuman.
Karena terburu-terburu, gadis I, II, dan III segera saja menyetujuinya, dengan pemikiran bahwa sang pangeran tidak akan mengetahuinya. Hanya si bungsu yang enggan untuk mencium si Yuyu. Dengan kepandaiannya, si bungsu dapat menyeberang tanpa harus mencium si Yuyu. Karena hanya si bungsu yang tidak mencium si Yuyu, jadilah Ande-ande Lumut memilih si bungsu sebagai pendampainya… (…then they lived happily ever after)
A lesson to learn from the story :
This story is really worth to remember. The decision we made will decide our future. Karenanya hati-hati sebelum bertindak (tapi juga kenapa ya, kalau dongeng2 seperti ini yang bisa membuat keputusan terbaik, atau yang beruntung selalu yang bungsu.. Ada apakah gerangan …?)

3 Comments