Bon Appetit Travel

[travelfood] Makan-Makan Semarang

Sebetulnya masih banyak lagi disamping yang ada dibawah ini makanan yang ada di Semarang. Tapi karena keterbatasan terutama waktu, makanya yang sempet dicicipi dari 5 hari di Semarang yach cuman ini deh.  Misalnya tahu pong gimbal, mie jowo, nasi gandul dan nasi pecel. Semuanya dicicipi tanpa dikunjungi tempatnya apalagi difoto. Jadi yach kurang seru kalo terus nulis tentang makanan ini.Selain itu ada bandeng presto dan wingko babat. Kapan2 bakal ditulis!
Laennya lagi? Katanya sih masih banyak lagi, cuman yach itu.. belum sempet explore.. hmm..next time deh!

Loenpia Gang Lombok

Lumpia atau Lunpia? Yang pasti seperti tertulis di tulisannya – namanya LOENPIA kalau kita beli Lunpia asal Semarang yg ada di gg. Lombok.

Lunpia Gang Lombok

Gang Lombok inilah tempat kelahiran lunpia semarang yang pertama. Pencipta lunpia semarang yang sudah melegendaris itu adalah pasangan suami–istri Tjoa Thay Yoe–Mbok Wasih. Sekarang kios lunpia Gang Lombok ini dilanjutkan cucunya, Siem Swie Kiem, sebagai generasi ketiga lunpia semarang.

Siem Swie Kiem membuka kiosnya setiap hari pukul 08.00-17.00. Pagi–pagi kios ini sudah ramai dikunjungi pembeli, di antaranya mereka yang ingin pulang dan membawa lunpia sebagai oleh–oleh. Cerita lengkap mengenai kisah Lunpia yang satu ini bisa disimak di koran Kompas 27 Nov 2003.

Kalo engga inget di deep-fried, sebetulnya lebih enak yang goreng

Yang pasti my dh cuman titip lunpia kalau dari Semarang. Favorite banget buat dia. Isinya rebung, telur goreng dan udang. Nah ini yang bikin spesial, udangnya berasa banget. 1 pcs Lunpia harganya Rp 6K. Mau yang digoreng bisa, mau dimakan begitu aza bisa. Namanya Lunpia basah. Yang bikin spesial lagi adalah sausnya diberi geprekan bawang putih. Whew…spesial banget!! always delicious!
Kalau mau dibawa pulang, biasanya menggunakan besek (kayak karton yang terbuat dari anyaman bambu) dan sausnya dibungkus pake daun pisang. Satu besek bisa diisi 10 Lunpia.

Pia Kemuning

Pia dengan berbagai rasa ini dengan bungkus ada gambar seekor babi. Sebetulnya yang bikin kepengen, ya karena ada gambar babinya ini. So cute…

rumah pia kemuning

Kenapa ada gambar babi? Soalnya dipanggang dengan menggunakan minyak babi. I’m not sure exactly what the difference pake dan engga pake minyak babi. Tapi yg pasti pia ini enak.

Sudah dari jaman kuliah dulu, temenku yang asli semarang kalau balik dari semarang pasti bawa pia ini. Pun waktu ke semarang, beli pia kemuning biasanya di daerah Pandanaran. Sampe kemaren diajak koko buat beli langsung dari tempatnya.

pia kemuning

Tokonya kecil, mengingatkan pada toko kue moci yang ada di sukabumi. Engko yang jualnya ada di bagian dalam sedang menimbang untuk dijadikan bungkusan ¼ kg dan ½ kg. Rasa yang ditawarkan macem2; babi, kacang hijau, coklat, aren, keju, dll – kebetulan yang disebut 3 terakhir adalah yang favorite kami.

Lokasi:
Jl. Kemuning no. 30, Semarang
Ph. 024-542470

Es Puter Conglik

Anyone who knows me knows ice cream is my obsession, but then again, who doesn’t like ice cream? Biarpun sudah kenyang, kalau ada ice cream apalagi dengan tulisan homemade—selalu pengen coba. Biasanya lebih suka kalau creamier ice cream yang dibuat dari susu dan chocolate. Selalu menarik buat dicicipi.

es puter conglik

Makanya kali ini, again, biarpun sebetulnya sudah kenyang banget (bayangin deh, abis makan steak di hotel, makan nasi ayam tapi terus ditawari es juga. Engga kuat untuk menolak deh. Apalagi dengan iming2 kalau es ini terkenal enaknya)

sedang dipersiapkan

siap dimakan

Es puter Conglik dijual di simpang lima setiap malam, mulai dari pukul 18.00 hingga tengah malam. Di sini kita dapat menikmati es puter dengan aneka rasa yakni merah=kelapa muda, kuning=duren, hijau=alpukat, dan coklat=chocolate.

Katanya sih, rasa ini juga tergantung trend buah yang lagi musim di pasar. Jadi ya rasanya bisa beda2 tiap bulan. Nah yang bikin lebih seru nih, es puter ini disajikan dengan 2 buah duren. 1 porsinya dijual dengan harga Rp. 8K: dapat 2 buah duren dan 4 macam rasa es. Enak banget deh, durennya mantap sekali. Bahkan saking mantapnya, kita beli ½ porsi (Rp 6K) tapi dengan tetap durennya dua.. (nah lho.. mau makan duren atau mau makan es..?!)

Asem-Asem Koh Liem


dari luar

Eit… jangan salah dulu, asem2 disini maksudnya bukan aseman (asinan) lho… tapi makanan model garang asam gitu deh, yang dimasak pake belimbing wuluh dan daging sapi. Rasanya segar, apalagi dimakan siang2. Ditambah cabe, bikin segarnya tambah terasa.

lagi di dalam

Lokasinya seberang SMA Kolose Loyola. Tempatnya sih besar, bersih, dan cukup nyaman kalau engga lagi penuh. Di tiap meja ada gorengan segala jenis makanan dan juga jajanan pasar. Selain itu mereka menyediakan berbagai jenis camilan juga lho.

Asem-Asem yang asem

Kekian – jarang lho yang jual ginian

Selaen asem-asem (1 porsi=Rp. 10K) mereka juga menyediakan makanan lain, seperti Kodok Goreng (Rp. 16K), Kekian Goreng (Rp. 4K), Babi Sayur Asin (Rp. 10K), Cumi Goreng (Rp. 15K), dan lain-lain. Worth to try!

Lokasi:
Warung Makan Asem-Asem Koh Liem
Jl. Karang Anyar no. 28

Nasi Ayam

Yang namanya nasi ayam di semarang, ada di seantero kota. Sama seperti lunpia, ada dimana-mana. Mana yang paling enak kalau tanya ke orang semarang sendiri, jawabannya sulit—engga ada yg pasti. Laen kalo tanya ttg Lunpia; pasti jawabannya yaa gang lombok! (tepatnya kalau tanya ke aku sih…)

Nasi Ayam Karangkojo

Kebetulan pergi sama temen yang rekomendasi nasi ayam di simpang lima seberang RS Telogorejo, –Nasi Ayam Karangkojo; jadilah rame2 perginya makan di tempat ini.
Yg disebut nasi ayam ini adalah nasi liwet, suwiran ayam, irisan ½ telur, sayur labu, tahu dan kuah opor yang banyak. Kalau mau pedes, bisa minta ke mbok penjualnya, rebusan cabe rawit. Nasi ini kemudian disajikan diatas piring yang sudah dialasi daun pisang.

ini dia nasi ayam-nya

Mbok penjualnya ini duduk di kursi kecil kayak dingklik, lalu dengan tangannya dia meramu segala jenis isi nasi ayam ini buat diletakkan di piring yang sudah dialasi dengan daun pisang.. wuah yummy banget deh.

This is my favorite Semarang dish of all. Selain itu di meja saji sudah tersedia juga tahu & tempe bacem, plus sate telur puyuh. Jadi komplit deh makannya. Superb!!

Harga 1 porsinya murah banget – Rp. 3,5K. Tapi biasanya sih paling engga orang bisa makan bisa 2-3 porsi; bisa karena porsinya yang emang kecil atau karena emang doyan.

Sempet dulu pergi sama temen, makannya nasi ayam lebih seru lagi. Engga cuman penjualnya yang duduk di dingklik, tapi kitanya juga duduk di dingklik; jadi makan berpiring-piring engga berasa. Nah kalau tempat yang satu ini katanya deket Taman Brumbungan.

Kampung Laut

Tadinya mau makan malam di chinese food Pringgading, tapi driver kami menyarankan; mau engga makan di tempat yang bagus tapi rasa makanannya so-so. Ehm.. jadi tertarik buat coba deh!

malam hari di Kampung Laut

 

Lokasinya jauh banget dari tempat kami tinggal, Candi, apalagi ditambah sudah lapar banget but it’s worth the ride. Deket sama PRPP-nya Semarang. The location is quite unforgetable. luas banget dan bagus. (Kompleks Puri Maerokoco, PRPP)Banyak lampu, obor, the long communal picnic tables dengan lilinnya, open space, view laut.. semuanya bikin tempat ini jadi bagus bagus dan bagus..

Sesuai namanya, tempat ini menyajikan menu seafood sebagai menu utama, selain seperti biasa masih ada hewan2 lain juga.
Buat menu seafoodnya, ada tempat kayak kolam, jadi everything’s fresh. Pick out what you want and they’ll steam, fry, or broil it right up sesuai pesanan kita.



tinggal pilih .. kalau malas, biarkan mereka yang memilih

Buat pembuka, sup perut ikan jadi pilihan. Enak & wangi sekali.. pas nyampe di meja.. rasanya langsung pengen dilahap. Terus untuk main coursenya: udang bakar, kepiting saus padang, cumi goreng tepung, tim kerapu (I always go for the steamed ones), dan taomiao ca bawang putih. Semuanya enak banget, (engga so-so kok rasanya) unless cuminya. Terlalu banyak tepung. Serasa makan roti isi cumi. Penutupnya: es kelapa bulet, engga pake gula apalagi es. Hmm.. bener2 unforgetable deh!

Kalo dari segi harga engga bisa dibilang murah, tetapi astonishingly reasonable apalagi compare dengan tempatnya. Percaya deh, kalau di Jakarta pasti lebih mahal lagi!
One complaint I have about Kampung Laut is the service. Lambat banget. Karena kami lapar dan sudah larut juga, makanya jadi engga sabar. Padahal mungkin aza karena lagi rame banget. Padahal mungkin aza mereka sedang menyiapkan lebih cermat supaya lebih enak.
Tapi ada yang spesial juga, pas kita lagi makan-tiba2 dikejutkan suara seperti ledakan. Ternyata mereka pasang fireworks. Langit yang gelap jadi terang dan cantik dengan flames dan sparks.

Whatever the case, last weekend there wasn’t a single table free by 9 pm, so I would recommend you book first (ph. 024-70793500 or HP 0815 6516051)

 

12 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Powered by: Wordpress