{"id":1832,"date":"2006-01-28T14:32:00","date_gmt":"2006-01-28T14:32:00","guid":{"rendered":"http:\/\/www.edunik.com\/home\/?p=1832"},"modified":"2013-05-09T10:57:59","modified_gmt":"2013-05-09T03:57:59","slug":"kue-keranjang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/edunik.com\/home\/?p=1832","title":{"rendered":"[recipe] Kue Keranjang"},"content":{"rendered":"<p><b>Description:<\/b><\/p>\n<div id=\"attachment_4047\" style=\"width: 357px\" class=\"wp-caption alignright\"><a href=\"https:\/\/i1.wp.com\/edunik.com\/home\/wp-content\/uploads\/2006\/01\/130-Dodol.jpg\"><img aria-describedby=\"caption-attachment-4047\" data-attachment-id=\"4047\" data-permalink=\"https:\/\/edunik.com\/home\/?attachment_id=4047\" data-orig-file=\"https:\/\/i1.wp.com\/edunik.com\/home\/wp-content\/uploads\/2006\/01\/130-Dodol.jpg?fit=347%2C156&amp;ssl=1\" data-orig-size=\"347,156\" data-comments-opened=\"1\" data-image-meta=\"{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;Edward Sanusi&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;1367939513&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}\" data-image-title=\"130-Dodol\" data-image-description=\"\" data-image-caption=\"&lt;p&gt;Kue Keranjang alias Dodol Cina&lt;\/p&gt;\n\" data-medium-file=\"https:\/\/i1.wp.com\/edunik.com\/home\/wp-content\/uploads\/2006\/01\/130-Dodol.jpg?fit=300%2C134&amp;ssl=1\" data-large-file=\"https:\/\/i1.wp.com\/edunik.com\/home\/wp-content\/uploads\/2006\/01\/130-Dodol.jpg?fit=347%2C156&amp;ssl=1\" decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-4047 \" alt=\"Kue Keranjang alias Dodol Cina\" src=\"https:\/\/i1.wp.com\/edunik.com\/home\/wp-content\/uploads\/2006\/01\/130-Dodol.jpg?resize=347%2C156\" width=\"347\" height=\"156\" srcset=\"https:\/\/i1.wp.com\/edunik.com\/home\/wp-content\/uploads\/2006\/01\/130-Dodol.jpg?w=347&amp;ssl=1 347w, https:\/\/i1.wp.com\/edunik.com\/home\/wp-content\/uploads\/2006\/01\/130-Dodol.jpg?resize=300%2C134&amp;ssl=1 300w\" sizes=\"(max-width: 347px) 100vw, 347px\" data-recalc-dims=\"1\" \/><\/a><p id=\"caption-attachment-4047\" class=\"wp-caption-text\">Kue Keranjang alias Dodol Cina<\/p><\/div>\n<p>Perayaan Tahun Baru Imlek 2557 menurut penanggalan masehi jatuh besok pada tanggal 29 Januari 2006. Dalam penanggalan Cina yang berdasarkan bulan, tahun 2006 juga disebut tahun Anjing.<\/p>\n<p>Kata Imlek berasal dari bahasa Hokkian Selatan, berarti &#8220;penanggalan bulan\u201d yang merupakan perayaan para petani di China untuk menyambut musim semi. Dimulai tanggal 30 bulan ke-12 dan berakhir pada tanggal 15 bulan pertama.<br \/>\nBiasanya, setiap acara sembahyang Imlek disajikan minimal 12 macam masakan dan 12 macam kue. Masing-masing makanan itu mewakili lambang-lambang shio yang berjumlah 12.<\/p>\n<p>Nian Gao atau lebih sering disebut kue keranjang (tii kwee) adalah salah satu kue wajib imlek. Kue ini mendapat nama dari cetakan terbuat dari keranjang yang dipakai. Dalam cerita yang berkembang di kalangan Tionghoa, pembuatan kue ini bermula ketika Tiongkok mengalami paceklik. Beberapa warga yang daerahnya kekeringan kemudian mengungsi mencari daerah yang subur. Dalam perjalanan panjang itulah mereka membuat makanan yang tahan lama dan bisa membuat perut cepat kenyang. Mereka menemukan tanaman ketan yang kemudian dimasak dan dicetak dengan keranjang, yang terbuat dari anyaman bambu. Makanan ini mampu bertahan hingga berbulan-bulan dan rasanya tetap enak.<\/p>\n<p><i>Nian<\/i> sendiri berati tahun dan <i>Gao<\/i> berarti kue dan juga terdengar seperti tinggi, oleh sebab itu seringnya kue keranjang diatur tinggi atau bertingkat. Makin ke atas makin mengecil kue yang disusun itu dengan kue mangkok berwarna merah di bagian atasnya, yang memberikan makna peningkatan dalam hal rezeki atau kemakmuran dan mekar seperti kue mangkok. Pada zaman dahulu banyaknya atau tingginya kue keranjang menandakan kemakmuran keluarga pemilik rumah.<\/p>\n<p>Kue keranjang mulai dipergunakan sebagai sesaji pada upacara sembahyang leluhur, 6 hari menjelang Tahun Baru Imlek (Jie Sie Siang Ang), dan puncaknya pada malam menjelang Tahun Baru Imlek. Kue keranjang sebagai sesaji sembahyang ini, biasanya tidak dimakan sampai Cap Go Meh (malam ke-15 setelah Imlek).<\/p>\n<p>Bahan dasarnya kue keranjang adalah tepung ketan dan gula pasir. Tepung ketan dibuat sendiri dari beras ketan yang ditumbuk. Agar hasil kue betul-betul halus, setelah ditumbuk tepung diayak sambil diangin-anginkan. Adapun gula pasirnya dibuat sirup terlebih dahulu. Kemudian tepung dan sirup gula tadi diuleni (diaduk) dan didiamkan selama 10 hari. Setelah melewati proses itu, adonan ditambah lagi dengan sirup hingga menjadi cair. Dari sini, proses pembuatan memasuki pencetakan. Keranjang-keranjang bulat bergaris tengah 8 &#8211; 10 cm disiapkan dan dialasi daun pisang yang sudah digarang terlebih dulu. Keranjang-keranjang berisi adonan ini lalu ditata di dalam dandang khusus untuk diuapi selama 9 jam. Lalu, kue dibungkus pada bagian atasnya. Pembungkusnya ada yang dari daun pisang atau bahan plastik. Dengan penyimpanan yang baik dan bungkus tidak sobek, kue keranjang dapat bertahan enam bulan sampai satu tahun. Kualitasnya pun tetap baik.<\/p>\n<p>Jadi, rasanya lebih mudah beli saja lalu diolah untuk disantap. Olahannya bisa seperti dibawah ini. Kalau tidak mau diolah, langsung dimakan juga enak kok<\/p>\n<p><b>Ingredients:<\/b><br \/>\nUTAMA:Kue Keranjang<\/p>\n<p><b>Resep 1 &#8211; Kue Keranjang dengan Ubi atau Talas<\/b><br \/>\nUbi\/talas<br \/>\nTepung terigu<\/p>\n<p><b>Resep 2 &#8211; Kue Keranjang dengan Santan<\/b><br \/>\nSantan<br \/>\nDaun pisang untuk membungkus<br \/>\nDaun pandan supaya wangi<\/p>\n<p><b>Resep 3 &#8211; Kue Keranjang dengan Telur<\/b><br \/>\nTelur<br \/>\nTepung terigu<\/p>\n<p><b>Resep 4 \u2013 Ongol-ongol Kue Keranjang<\/b><br \/>\nKelapa parut<\/p>\n<p><b>Directions:<\/b><br \/>\n<b>Resep 1<\/b><br \/>\n&#8211; Pilih Kue Keranjang yang agak keras<br \/>\n&#8211; Kue dan ubi \/ talas diiris seang<br \/>\n&#8211; Kue dijepit ditengah dengan ubi \/ talas, lalu dicelup adonan tepung terigu<br \/>\n&#8211; Kemudian digoreng dengan matang<\/p>\n<p><b>Resep 2<\/b><br \/>\n&#8211; Kue Keranjang dipilih yang agak keras<br \/>\n&#8211; Kue diiris tipis<br \/>\n&#8211; Lalu dibungkus dengan daun pisang dan diisi dengan 2 sendok makan santan &amp; daun pandan<br \/>\n&#8211; Dikukus hingga kue lunak dan wangi<\/p>\n<p><b>Resep 3<\/b><br \/>\n&#8211; Kue Keranjang yang keras diiris sedang<br \/>\n&#8211; Kemudian dicelup dengan adonan telur dan tepung terigu<br \/>\n&#8211; Digoreng dengan menggunakan sedikit minyak hingga matang<\/p>\n<p><b>Resep 4<\/b><br \/>\n&#8211; Kue Keranjang dikukus hingga lunak<br \/>\n&#8211; Siapkan kelapa yang sudah diparut<br \/>\n&#8211; Ambil Kue Keranjang satu per satu, campurkan dengan parutan kelapa<br \/>\n&#8211; Tambahkan garam jika perlu<\/p>\n<div><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Description: Perayaan Tahun Baru Imlek 2557 menurut penanggalan masehi jatuh besok pada tanggal 29 Januari 2006. Dalam penanggalan Cina yang berdasarkan bulan, tahun 2006 juga disebut tahun Anjing. Kata Imlek berasal dari bahasa Hokkian Selatan, berarti &#8220;penanggalan bulan\u201d yang merupakan perayaan para petani di China untuk menyambut musim semi. Dimulai tanggal 30 bulan ke-12 dan <a href=\"https:\/\/edunik.com\/home\/?p=1832\"> read more <span class=\"meta-nav\">&raquo;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":4047,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ngg_post_thumbnail":0,"spay_email":"","footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false},"categories":[12],"tags":[35,39],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v17.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>[recipe] Kue Keranjang<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"http:\/\/edunik.com\/home\/?p=1832\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"[recipe] Kue Keranjang\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Description: Perayaan Tahun Baru Imlek 2557 menurut penanggalan masehi jatuh besok pada tanggal 29 Januari 2006. Dalam penanggalan Cina yang berdasarkan bulan, tahun 2006 juga disebut tahun Anjing. Kata Imlek berasal dari bahasa Hokkian Selatan, berarti &#8220;penanggalan bulan\u201d yang merupakan perayaan para petani di China untuk menyambut musim semi. Dimulai tanggal 30 bulan ke-12 dan read more &raquo;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"http:\/\/edunik.com\/home\/?p=1832\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"our digital sanctuary\" \/>\n<meta property=\"article:author\" content=\"www.facebook.com\/admonike\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2006-01-28T14:32:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2013-05-09T03:57:59+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/i1.wp.com\/edunik.com\/home\/wp-content\/uploads\/2006\/01\/130-Dodol.jpg?fit=347%2C156\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"347\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"156\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@admonike\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Monike\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"http:\/\/edunik.com\/home\/#website\",\"url\":\"http:\/\/edunik.com\/home\/\",\"name\":\"our digital sanctuary\",\"description\":\"to share what inspires and reminds us what a wonderful life God has given us\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"http:\/\/edunik.com\/home\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"http:\/\/edunik.com\/home\/?p=1832#primaryimage\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/i1.wp.com\/edunik.com\/home\/wp-content\/uploads\/2006\/01\/130-Dodol.jpg?fit=347%2C156&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\/\/i1.wp.com\/edunik.com\/home\/wp-content\/uploads\/2006\/01\/130-Dodol.jpg?fit=347%2C156&ssl=1\",\"width\":347,\"height\":156,\"caption\":\"Kue Keranjang alias Dodol Cina\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"http:\/\/edunik.com\/home\/?p=1832#webpage\",\"url\":\"http:\/\/edunik.com\/home\/?p=1832\",\"name\":\"[recipe] Kue Keranjang\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"http:\/\/edunik.com\/home\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"http:\/\/edunik.com\/home\/?p=1832#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2006-01-28T14:32:00+00:00\",\"dateModified\":\"2013-05-09T03:57:59+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"http:\/\/edunik.com\/home\/#\/schema\/person\/5c8a2a10ecb32eb823a14f84f5bcfd50\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"http:\/\/edunik.com\/home\/?p=1832#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"http:\/\/edunik.com\/home\/?p=1832\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"http:\/\/edunik.com\/home\/?p=1832#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"http:\/\/edunik.com\/home\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"[recipe] Kue Keranjang\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"http:\/\/edunik.com\/home\/#\/schema\/person\/5c8a2a10ecb32eb823a14f84f5bcfd50\",\"name\":\"Monike\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"http:\/\/edunik.com\/home\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/3d4fbaeb611d2dd949296434a5d28c95?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/3d4fbaeb611d2dd949296434a5d28c95?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Monike\"},\"sameAs\":[\"www.facebook.com\/admonike\",\"https:\/\/twitter.com\/admonike\"],\"url\":\"https:\/\/edunik.com\/home\/?author=3\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"[recipe] Kue Keranjang","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"http:\/\/edunik.com\/home\/?p=1832","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"[recipe] Kue Keranjang","og_description":"Description: Perayaan Tahun Baru Imlek 2557 menurut penanggalan masehi jatuh besok pada tanggal 29 Januari 2006. Dalam penanggalan Cina yang berdasarkan bulan, tahun 2006 juga disebut tahun Anjing. Kata Imlek berasal dari bahasa Hokkian Selatan, berarti &#8220;penanggalan bulan\u201d yang merupakan perayaan para petani di China untuk menyambut musim semi. Dimulai tanggal 30 bulan ke-12 dan read more &raquo;","og_url":"http:\/\/edunik.com\/home\/?p=1832","og_site_name":"our digital sanctuary","article_author":"www.facebook.com\/admonike","article_published_time":"2006-01-28T14:32:00+00:00","article_modified_time":"2013-05-09T03:57:59+00:00","og_image":[{"width":347,"height":156,"url":"https:\/\/i1.wp.com\/edunik.com\/home\/wp-content\/uploads\/2006\/01\/130-Dodol.jpg?fit=347%2C156","path":"\/home\/edunikco\/public_html\/home\/wp-content\/uploads\/2006\/01\/130-Dodol.jpg","size":"full","id":4047,"alt":"","pixels":54132,"type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary","twitter_creator":"@admonike","twitter_misc":{"Written by":"Monike","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"http:\/\/edunik.com\/home\/#website","url":"http:\/\/edunik.com\/home\/","name":"our digital sanctuary","description":"to share what inspires and reminds us what a wonderful life God has given us","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"http:\/\/edunik.com\/home\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","@id":"http:\/\/edunik.com\/home\/?p=1832#primaryimage","inLanguage":"en-US","url":"https:\/\/i1.wp.com\/edunik.com\/home\/wp-content\/uploads\/2006\/01\/130-Dodol.jpg?fit=347%2C156&ssl=1","contentUrl":"https:\/\/i1.wp.com\/edunik.com\/home\/wp-content\/uploads\/2006\/01\/130-Dodol.jpg?fit=347%2C156&ssl=1","width":347,"height":156,"caption":"Kue Keranjang alias Dodol Cina"},{"@type":"WebPage","@id":"http:\/\/edunik.com\/home\/?p=1832#webpage","url":"http:\/\/edunik.com\/home\/?p=1832","name":"[recipe] Kue Keranjang","isPartOf":{"@id":"http:\/\/edunik.com\/home\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"http:\/\/edunik.com\/home\/?p=1832#primaryimage"},"datePublished":"2006-01-28T14:32:00+00:00","dateModified":"2013-05-09T03:57:59+00:00","author":{"@id":"http:\/\/edunik.com\/home\/#\/schema\/person\/5c8a2a10ecb32eb823a14f84f5bcfd50"},"breadcrumb":{"@id":"http:\/\/edunik.com\/home\/?p=1832#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["http:\/\/edunik.com\/home\/?p=1832"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"http:\/\/edunik.com\/home\/?p=1832#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"http:\/\/edunik.com\/home\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"[recipe] Kue Keranjang"}]},{"@type":"Person","@id":"http:\/\/edunik.com\/home\/#\/schema\/person\/5c8a2a10ecb32eb823a14f84f5bcfd50","name":"Monike","image":{"@type":"ImageObject","@id":"http:\/\/edunik.com\/home\/#personlogo","inLanguage":"en-US","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/3d4fbaeb611d2dd949296434a5d28c95?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/3d4fbaeb611d2dd949296434a5d28c95?s=96&d=mm&r=g","caption":"Monike"},"sameAs":["www.facebook.com\/admonike","https:\/\/twitter.com\/admonike"],"url":"https:\/\/edunik.com\/home\/?author=3"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i1.wp.com\/edunik.com\/home\/wp-content\/uploads\/2006\/01\/130-Dodol.jpg?fit=347%2C156&ssl=1","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p3jLlq-ty","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/edunik.com\/home\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1832"}],"collection":[{"href":"https:\/\/edunik.com\/home\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/edunik.com\/home\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edunik.com\/home\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edunik.com\/home\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1832"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/edunik.com\/home\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1832\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4241,"href":"https:\/\/edunik.com\/home\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1832\/revisions\/4241"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edunik.com\/home\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4047"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/edunik.com\/home\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1832"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/edunik.com\/home\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1832"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/edunik.com\/home\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1832"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}