[resto] Myeong-ga Myeon-ok vs Seorae vs Mujigae

tiga resto Korea

tiga resto Korea

Membandingkan restoran itu susah karena kadang tujuan ke resto belum tentu cari makanan terenak, tapi juga atmosfir, kenyamanan, dan hangout.

Selama ini kalau cari makanan Korea (klik sini), pasti ke Karawaci (kawasan ruko Pinangsia) karena di sana memang kawasan yang bener-bener diperuntukkan bagi expat Korea.

Namun belakangan di mal juga mulai marak franchise Korea. Mujigae menarik perhatian krn hadir di mal-mal Serpong dan Karawaci dan penuh, sedangkan Seorae buka dekat rumah di Flavor Bliss dan juga penuh.

Dari mencoba dua kali di Mujigae dan sekali di Seorae, nampaknya cukup pede utk bikin perbandingan.

MUJIGAE

Lokasi visit : Mal Karawaci dan Mal Sumarecon Mal

Menu : Combo mungkin pilihan yang paling logis. Satu paket kombo (Rp 40-50k), berisi : capjae (so-un), nasi, kimchi, daging (bulgogi sapi atau ayam), dan satu side dish (Korea fried chicken atau fried oden).

Minum malah yang menarik karena cukup unik : ada teh kiam-boy Korea (lupa menunya), jeju-orange-tea, dan honey-citrus.

Atmosfir : Menyasar kaum muda K-POP banget. Order bisa dari ipad yang terpasang di tiap meja. Bisa order lagu (ya jelas K-Pop lah) yang  akan diputar di proyektor ke dinding.

Verdict : Dari dua kali visit, cuma 1 kesimpulan : ini adalah Hoka-Hoka Bento ala Korea. Menu gorengan dan bulgogi-nya ya benar-benar analogi dari gorengan dan teriyaki-nya Hokben.

Seorae

Lokasi visit : Flavor Bliss Alam Sutera

Menu : Karena keunggulan yang ditonjolkan adalah panggangan, jadilah kita coba panggangan-nya (yang katanya paling laris), plus standard order Dolsot Bibimbap.

Banchan (appetizer) disediakan free flow dan lumayan.

Atmosfir : Standard resto mal yang umum. Rapi, nyaman untuk ngobrol.

Verdict : Dengan harga yang hampir sama, jumlah dan rasa beda cukup signifikan dg Myeong-ga (resto berikut). Jangan salah, bukan berarti tidak enak, cuma ya masih kerasa bedanya dengan yang selama ini dianggap paling enak oleh kami. Dan juga soal harga masih wajar, karena dengan prime location, dan atmosfir yang lebih mewah jelas harga pasti harus lebih mahal. Cuma, mungkin kalaupun ke sana ya pas pengen banget Korea, dan malas ke Karawaci.

Myeong-ga Myeon-ok

Lokasi : Kompleks Ruko Pinangsia Karawaci

Menu : Cuma satu favoritnya : Deji-Galbi (pork rib). Buat saya yang cenderung tidak suka pork dan tidak suka rib (termasuk Tony Roma’s), ini adalah satu-satunya tempat dimana saya bisa menikmati kombinasi tersebut.

Deji Galbi juara..

Deji Galbi juara..

Satu-satunya komplain ke Myeong-ga adalah kalau datang berdua, diwajibkan pesan minimal dua porsi panggangan (itu pun rela koq).

Teman daun-daunan pun lengkap dengan daun mint  yang ga tahu kenapa cocok banget utk bungkus daging, bawang putih mentah, dan sambal-bumbu.

Menu Bibimpap dan Naengmyeon (mie dingin) juga layak dicoba.

Atmosfir : model ruko, dengan kamar-kamar untuk kelompok, standard aja, cuma biasanya orang lokal minoritas di sana, tamu kebanyakan WN Korea

Verdict : The best Korea resto for us. Dan walau banyak penantang baru, kayaknya tetap akan ke sini.

One thought on “[resto] Myeong-ga Myeon-ok vs Seorae vs Mujigae

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *