[life] World Cup vs Kampanye Pilpres 2014

120-PilpresWC

World Cup atau Pilpres?

Kebetulan banget bahwa masa kampanya pilpres (KP) dan world cup (WC) itu bareng (secara matematis hanya terjadi 20 tahun sekali). Banyak kemiripan, kita jadi tahu sekeliling kita fans nya siapa. Buat yg tadinya ga gitu ngerti dunia politik/pemerintahan, atau sepakbola akan kebanjiran informasi mengenai kedua topik ini.

Tapi ada bedanya juga. Dan karena baru aja mengalami euphoria karena tiga juara dunia akan pulang kampung di babak pertama, dan banyak jeda di halftime, jadi gatal mau nulis bedanya ikutin Pemilu dan World Cup

Point 1.WC tidak pernah merasa semua orang harus suka bola atau harus ikutin, apalagi jadi fans salah satu kubu. Mau acuh boleh, mau diam diam dukung siapa boleh.

KP itu penting banget untuk berdiri di sisi mana. Begitu kelihatan diam, langsung aja dituding tidak partisipasi ke negara, yg tidak ikutan jadi fans salah satu capres itu apatis, dst.

Point 2. WC kita ledek ledek an dan debat kusir juga soal kehebatan jagoan kita dan kejelekan jagoan sana. Pakai taruhan segala. Tapi tetap aja ketawa ketawa sampai ada yang beneran juara.

KP panas banget debat dan ledekannya. Bisa berakhir ada yg ngambek, left group, unfriend. Fatal banget deh.

Point 3. WC dihantui isu SARA. Tapi mayoritas fans bola itu tidak peduli pemain itu agama apa, suku apa, selama jago ya Messi-ah buat kita. Bahkan bbrp negara rela dipimpin warga negara lain asal timnya tampil bagus.

KP malah semua koar koar untuk tidak menggunakan issue SARA. Tapi itu topik yang laku. Jadi penting soal apa agama dan apa sukunya capres kita. Ada yang ofensif, tapi yang playing victim juga sama aja deh, eksploitasi issue ini.

Point 4. WC para fans tentu aja ada yg memutuskan menampilkan atribut. Kaos, avatar, posting status. Ibaratnya marketing, ada yg jadi brand ambassador atau iklan.

KP. Ga cuma berhendi di iklan dan brand ambassador. Banyak yang jadi telemarketing yang menghujani sekitarnya dengan bom informasi. Ga bosen-bosennya posting di grup, di Facebook. Sama kayak KTA, tidak perduli yang di ujung sana, udah ambil KTA bank lain, atau lagi ga butuh.

Point 5. Di WC semua orang tahu FIFA korup, tapi semua fans juga tahu 11 pemain di lapangan adalah yang terbaik dan tidak bisa dibeli pakai uang.

Di KP, semua capres ngakunya anti korupsi, tapi semua fans juga tahu nantinya banyak jabatan dan proyek di lapangan itu dasarnya ya uang.

Point 6. Ini yang paling penting. Kalau ikutin berita KP, akhirannya : panas, marah, jengkel, kesel, dan geleng geleng kepala. Kalau ikutin berita WC, akhirannya : senang, terpukau, terharu, dan angguk angguk kepala.

Jadi jelas dong enakan ikutin yang mana (at least buat saya), walau tetap tidak merasa perlu pasang foto Neymar dengan nomor 10-nya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *