[electronic] Philips Airfryer – Menggoreng tanpa Minyak

Airfryer

Airfryer

Saya suka sekali makan gorengan (siapa yang ga suka?) tapi kalau harus menggoreng sendiri rasanya
malas sekali.

Ada dua alasan utama adalah (1) minyak berceceran dimana2, mesti beberesnya jadi banyak belum lagi kemungkinan kena tangan (amateur!), dan (2) rasa bersalah karena makan dengan minyak banyak walau minyak baru.

Lalu ada teman yang memperkenalkan mengenai Philips Airfryer ini. Sejak itu pencarian akan airfryer ini berlanjut. Ditunjang dengan alasan #Gemini suka sekali makan kentang goreng serta gorengan lain, tambah valid alasan untuk  membeli produk ini.

Ada 3 jenis merek yang ada untuk airfryer

1. Philips Airfryer. Harga sekitar 3 juta. Yang masuk Indonesia adalah tipe 9220 padahal sebetulnya tipe lain banyak sekali sebetulnya. Baik yang besar hingga yang dilengkapi dengan baking accessories

2. TEFAL Actifry. Produk ini tidak masuk Indonesia

3. KUCHE Air Fryer. Harga sekitar 4 juta. Tidak tahu produk darimana tapi sering  terlihat di pameran2 di mal.

Akhirnya saya pilih Philips Airfryer dengan alasan merek dan harga sesuai yang diharapkan.

Sampai saat ini saya puas sekali dengan Philips Airfryer ini.

Cara penggunaannya pun mudah sekali. Tinggal set waktu dan suhu, panaskan airfryer, buka lalu letakkan yang mau digoreng dan nyalakan. Cara membersihkannya pun mudah, walau ada wire di frying basket yang tricky. Rendam dengan air hangat +sabun dan cuci dg sponge.

Selain untuk menggoreng ternyata juga bisa untuk grilling dan baking.

Berikut resep yang telah dikumpulkan yang menggunakan airfryer: http://www.pinterest.com/admonike/airfryer-experiment/ — looking forward to try more. Without (or reduced) guilty feeling.

6 thoughts on “[electronic] Philips Airfryer – Menggoreng tanpa Minyak

    • Karena kita sudah punya panci/wajan, sementara airfryer harus beli lagi, jadinya lebih murah minyak sih.. Soalnya listrik emang lebih murah tapi untuk nutupin investasi airfryer kayaknya lama banget baru balik..

  1. Harga di Indonesia mahal sekali 235€ (kalau di ke Euro-kan), sedangkan di Eropa cuma sekitar 140€ http://mobile.clubic.com/shopping-574776-3-philips-airfryer-hd-9220-20.html
    Di Singapur mungkin lebih murah.
    Sepertinya harga barang import di Indonesia selalu lebih mahal… mungkin karena pemasok/importirnya tidak banyak (cuma itu-itu saja) jadi cenderung monopoli harga. Sedikitnya pemasok juga mungkin karena pemasok harus sanggup nyogok pegawai2 pelabuhan. Mari kita nikmati harga-harga yang kemahalan di tanah air tercinta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *