[warta 83] Hari Kemerdekaan

[tanggal terbit Warta Laurensius : 21 Agustus 2011]

Hari kemerdekaan adalah hari yang tepat untuk merenungkan apa yang terjadi di tanggal 17 Agustus 1945. Tak heran, kita selalu memperingati detik-detik proklamasi. Kita melakukan upacara bendera. Topik-topik detail seputar proklamasi pun banyak dibahas seperti kisah bendera pusaka, kisah pengetikan naskah proklamasi, hingga proses yang dramatis penculikan terhadap Soekarno-Hatta persis sebelum proklamasi.

Yang harus kita sadari adalah  Proklamasi 17 Agustus 1945 sebenarnya hanyalah satu hari yang menjadi simbolik dari perjuangan panjang untuk mendeklarasikan berdirinya negara Republik Indonesia. Apa yang terjadi sebelum dan sesudahnya, bukanlah dalam hitungan hari.

Jalan menuju kemerdekaan itu sebenarnya panjang. Tahu dari mana yang merdeka itu adalah dari Sabang sampai Maluku (Irian belum saat itu)? Apakah sesederhana bahwa yang penting semua yang pernah didatangi dan dijajah Belanda? Tentu ada sebuah perjuangan yang dirintis generasi emas Indonesia untuk berkoordinasi dan konsolidasi.
Bahkan jika dirunut, Sumpah Pemuda 1928 merupakan bagian penting dari terciptanya negara Indonesia. Artinya, dari 1928 saja masih ada 17 tahun masa perjuangan hingga 1945. Dan 17 tahun bukanlah periode yang singkat. Jadi panjang sekali perjuangannya untuk dapat mencapai titik 17 Agustus 1945.

Dan mungkin harus kita ingat kembali bahwa, setelah 17 Agustus 1945 pun, masih belum selesai perjuangannya. Baru Desember 1949 kita diakui kedaulatannya oleh dunia. Bahkan kalau saya coba tebak (karena datanya tidak ada), kelihatannya, korban perang dari Indonesia di periode 1945-1949 lebih banyak ketimbang 4 tahun mana pun di periode penjajahan sebelumnya. Jadi hal ini juga berarti 17 Agustus 1945 bukanlah akhir dari perjuangan.

Hendaknya fakta ini mengingatkan kita juga pada kejadian-kejadian di sekeliling kita. Banyak titik itu kita catat sebagai suatu titik penting dalam kehidupan. Entah itu tanggal wisuda, tanggal pernikahan, tanggal peresmian kantor, tanggal menang lomba. Namun terkadang yang kita suka lupa adalah tanggal tersebut bukan sekedar tanggal kita merayakan keberhasilan, melainkan juga tanggal dimana kita diajak mengingat akan betapa besar perjuangan untuk mencapai tanggal tersebut, dan juga diingatkan bahwa setelah tanggal itu pun perjuangan masih panjang.

Hari kemerdekaan dalam bahasa Inggris adalah independence day, yang kalau kita terjemahkan balik ke dalam bahasa Indonesia akan berarti hari ketidakbergantungan. Merdeka bukan hanya berarti bebas. Tapi harus bebas yang juga tanpa syarat, mandiri, tanpa masih menyimpan ketergantungan pada hal yang membelenggu kita. Dan kita tentu tahu, mandiri itu bukan hal yang mudah.

Tanggal 17 Agustus hendaknya bukan sekedar diingat sebagai hari proklamasi, hari perayaan, namun juga hari yang menyimbolkan bahwa ada hal-hal yang layak kita perjuangkan. Yang cukup berharga untuk menyita waktu, pikiran, hingga hidup kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *