Movies & TV

[mov] Dark Knight, The (2008)

Genre : superhero, action
Rating : 5/5
Verdict : simply mind-blowing
IMDB link click here
Wife’s review and quote, click here

Betapa senangnya saat dapat tiket nonton gratis ini dari Panorama tour.
Sisa sakit flu, nyetir pagi-pagi ke Plaza Senayan, menghadapi kedinginan bioskop plus tahan ke toilet 2 jam lebih … tidak jadi soal.

Dark Knight, The (2008)

ini bukan film anak2x

Well, Panorama mungkin sebaiknya milih Red Cliff (apalagi lagi promosi temanya Taiwan), karena ini jelas BUKAN film keluarga. Pasti banyak yang kayaknya nyesel bawa anak mereka, karena jadi belajar “Chaos 101” atau “Anarchy for Dummies” 🙂

ini bukan adaptasi

Sebenarnya saya amat ingin lihat review dari yang benar-benar fans komik Batman, karena bagi saya, kalaupun disebut adaptasi, ibaratnya ini mungkin seperti Freud memasuki pikiran terdalam manusia.
Film Spiderman yang diklaim sebagai pembangkit genre baru untuk membahas sisi lain dari superhero, benar-benar dibuat kayak drama cengeng oleh film ini.

Genre yang tepat mungkin Psycho-Action, karena film ini benar-benar menjelaskan situasi dimana beda benar-salah, baik-jahat, moral-amoral itu amat kabur. Bayangkan aja Anda yang jadi Batman atau orang di ferry (saat memutuskan mana yang harus selamat). What would you do?

best character ever?

Christopher Nolan benar-benar ‘jenius’ untuk memahami ulang karakter Batman, Two Face, dan Joker. Bandingkan aja dengan para prequelnya.

Joker versi Nolan mungkin bisa jadi all-time best villain (at least comparable lah
dengan Hannibal Lecter yg dinobatkan jadi nomor 1 oleh AFI). Jadi logikanya, kalau Hopkins dapat Oscar, harusnya Ledger dapat dong.

riveting

Movie ini panjang (beratnya nahan diri tidak ke toilet hehehe), tapi dijamin tidak ada satupun adegan yang tidak perlu. Fast pace, good action scenes, witty plot with several twists.

BEST MOVIE?
Untuk action tahun ini, jelas IYA.
Untuk IMDB juga mengejutkan, sudah 130-an ribu voters, langsung no 1.

Tapi untuk bilang best movie (versi saya tentunya), butuh waktu.
Saat ini di kelas yang sama, pilihan saya tetap Matrix, tapi itu karena saya telah nonton Matrix entah berapa kali.

Dan saat saya masih euforia, tiba-tiba sorenya saya nonton satu film lagi (next review), yang ternyata juga tetap bisa bikin WOW.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Powered by: Wordpress