[reflection] Boy’s Job Appraisal

Zen

Zen

English version, pls check this link

Baru dapat cerita menarik ini dari BBM, berusaha mencari asalnya lewat internet ga nemu, jadi penulis dianggap anonymous saja.. Saya coba translasikan versi sendiri.

Amat cocok di awal tahun, utk refleksi diri, sekalian untuk yang lagi menghadapi appraisal di kantor.

——————–

Seorang anak masuk ke toko, mengambil bangku dan memanjat ke telepon umum. Dia menelepon sebuah nomor. Si pemilik toko, karena tertarik dengan kejadian ini, menguping.

Anak : ‘Bu, saya kebetulan tetangga ibu, bolehkah saya diberi kerjaan motong rumput halaman ibu?’

Ibu (di seberang telepon) : ‘Wah saya sudah ada pemotong rumput nak.. ’

Anak : ‘Bu, saya bersedia dibayar separuh dari yang sekarang Ibu bayar.’

Ibu : ‘Terima kasih Nak, tapi saya sekarang sudah puas dengan pemotong rumput saya.’

Anak (dengan lebih ‘maksa’) : ‘Bu, saya akan sekalian menyapu trotoar rumah Ibu, jadi rumah Ibu akan terlihat paling rapi dibanding tetangga-tetangga ibu.’

Ibu : ‘Terima kasih Nak, tapi sebaiknya kamu coba tanya rumah tetangga saya saja.’

Si anak pun mengucapkan terima kasih dan menutup telepon.

Si pemilik toko yang menguping, tertarik akan sikap si anak langsung menawarkan pekerjaan. Namun di luar dugaan, si anak menolak.

Pemilik toko : ‘Tapi bukannya kamu baru saja memohon dengan sangat pekerjaan itu.’

Anak : ‘Sama sekali tidak Pak. Saya hanya ingin mengecek pekerjaan saya. Saya-lah yang sekarang memotong rumput Ibu tersebut.’

—–

Mungkin agak berlebihan. Setengah harga dengan extra service itu selalu menarik kan ya…

Tapi suka dengan attitude-nya. Perduli dengan apakah hasil pekerjaan kita diterima dengan baik. Tidak sekedar do and forget.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *