[travelog] Pulau Putri

Menurut info, terdapat 105 pulau yang ada di Kepulauan Seribu. Namun dari 105 pulau ini, yg sudah dijadikan pulau resor hanya beberapa saja, diantaranya adalah: Pulau Bidadari, Pulau Ayer, Pulau Matahari, Pulau Sepa (buat diving & snorkeling bagus banget katanya), Pulau Pantara Barat dan Pantara Timur (terkenal yang paling bagus kalau mau buat nginep), Pulau Bira Besar (kalau mau main golf, disini ada lapangan 9 hole lho!), Pulau Kotok (tempat konservasi burung Elang Bondol) dan Pulau Putri.

Kami memutuskan buat pergi ke Pulau Putri. Alasannya sederhana, mereka menyediakan one day trip. Jadi engga perlu nginap (bingung juga mau ngapain seharian di pulau yang kalau dikitari jalan kaki saja selesai dalam 1 jam).

Dari brosur, keliatannya sih pulau bagus. Banyak objek selain pasir dan pantai yang bisa dilihat seperti Undersea Aquarium (under water glass tunnel).

Jadi, kalau sebelumnya akhir bulan Maret ini dihabiskan dengan menyusuri jejak kota tua Jakarta; awal bulan April ini dimulai dengan mengarungi kepulauan Seribu menuju Pulau Putri.

Kami berangkat dari Pier 9 di the Ancol Marina Yacht Harbour jam 08.10. Ada kejadian yang menyedihkan, yaitu bawa kamera tanpa memory card! Yah udah deh, abis berusaha buy engga dapet, berusaha beg or steal engga tega. Mungkin ini reason untuk someday balik lagi di cuaca yang lebih sunny (kemarin mendung terus soalnya).

Perjalanan di kapal memakan waktu hampir 2 jam (70km). Duduk di deretan paling belakang menyebabkan kami tidak bisa melihat apa-apa. Nyaris jendela selalu tertutup oleh terpaan air laut.

Jam 10 tepat kami tiba di Pulau Putri. Exciting. Udara sejuk menyambut kedatang kami. Ini kali pertama buat kami mengunjungi sebuah pulau kecil begini. Front officenya sendiri sangat menarik. Di sekeliling dindingnya terdapat akuarium sementara langit2nya dihiasi dengan stalaktit; berasa seperti masuk ke dalam gua di bawah laut.

Kami mendaftarkan diri untuk ikut glass bottom boat jam 11.00; masih ada waktu 1 jam untuk digunakan mengelilingi pulau. Pertama sekali adalah melihat Undersea Aquarium. Wah ini agak di luar harapan. Pendek banget hanya 10 meter saja panjangnya. Kalau mau dibandingkan, tetap lebih seru yang ada di Seaworld. Mungkin karena ekspektasi awal adalah aquarium ini adalah habitat asli; yang ternyata adalah memang seperti aquarium dibawah laut. Tapi yach seneng juga lah, bisa melihat dunia bawah laut tanpa harus menyelam masuk ke dalam laut.

Pulaunya sendiri ternyata yah biasa saja. Tidak ada pantai indah dengan pasir putih yang bisa dilewati tanpa alas kaki, tidak ada hotel yang amat eksotik (hanya berupa seperti rumah saja). More reason untuk tidak menginap, walau kehilangan momen sunset-sunrise.

Lucunya, ditengah pulau ada 5 ekor Komodo. Kita bisa masuk ke dalam arealnya dan malah bisa berdiri dekat sekali dengan mereka tanpa ada pembatasnya. Kata orang disana, komodo ini engga menggigit asal engga kita ganggu. Paling disabet sama ekornya.. hehehe.

Jam 11 lewat, glass-bottom-boat datang. Ternyata yang naik di jam 11 cuma kami berdua. Mungkin yang lain lagi nanggung snorkling-nya. Hebat juga mereka tetap jalan, mungkin juga karena tahu bahwa kami hanya sampai jam 2 nantinya. Pemandangan bawah laut memang rada amazing, seperti di dunia lain. Terumbu dengan berbagai macam bentuk dan ukuran. Tapi ini belum cukup untuk bikin pengen snorkling langsung sih.

Abis mendarat, langsung makan siang. Simple buffet-lunch, tapi really not-bad. Sehabis itu langsung menyewa kano. Tadinya sih mau water-bee (yang dikayuh oleh kaki berdua), tapi itu kan udah sering. Kano kayaknya lebih menarik dan menantang. Tapi ternyata melelahkan juga, susah majunya. Ditambah bahwa dengan kano, basah itu suatu hal yang wajib.

Niatnya sih mencapai Pulau Putri barat. Kalau sampai di sana, bisa makan kelapa muda. Tapi walau dari mata dekat, dari kayuhan tidak seperti itu. Mana harus melewati laut yang amat rendah (selutut) yang bikin kano nyangkut terus. Akhirnya, mengingat jumlah energi yang harus dikeluarkan untuk mengayuh pulang, ya udah balik aja.

Sehabis itu ya menunggu waktu pulang. Kapalnya ngebut. Di satu sisi jadi cepat (sampai Jakarta jam 3 lewat dikit), tapi sisi lain, perut benar-benar tersiksa karena terus terbanting-banting (apalagi duduk di paling depan, tempat pertama yang kena hantaman saat terbanting ombak).

Makin merasa bahwa Jakarta punya banyak tempat yang bisa dikunjungi. Mahal? Sebenarnya kalau rame-rame bisa lebih murah, yaitu menggunakan transportasi umum (yang not-bad at all) ke Pulau berpenduduk dulu baru nyebrang ke pulau wisata. Dibanding rame-rame keluar weekend di mal (nonton – lunch di resto – dinner di café – kopi Starbuck – bensin –dst), engga jauh beda abisnya deh. Ngobrol di mal malah bising, mending ngobrol ditemani deruan ombak kan?

ONE DAY TOUR PACKAGE

Adult Rp. 455.500/pax
Child Rp. 250.500/pax
Infant Rp. 85.500/pax

Price Include
1.Welcome drink
2.1x Meals
3.Free Glass bottom boat , Mini seaworld
4.Boat Transportation
5.21% gov tax and service

Putri Island is reachable by speed boat in about 90 – 120 minutes from Marina Ancol.

BOAT SCHEDULE
Pier 9 to Putri Island : 8AM
Putri Island to Pier 9 : 2PM

 

5 thoughts on “[travelog] Pulau Putri

  1. Hai Admonike… aku baca ini untuk cari2 referensi nih. Kalo di P.Putri ga ada pasir putih yg bisa buat jalan2 tanpa alas kaki, trus kondisi pantainya saat itu gmn? Terutama pasirnya. Soalnya aku lg cari t4 untuk family gathering kantor nih…
    makasih sblmnya… (UKa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *