Home, Products, Tools Recipe

Salmon: Bergizi atau Berbahaya?

Be careful! Color added!

Be careful! Color added!

Salmon dikenal sebagai ikan dengan omega-3 fatty acids tinggi, yang dapat mengurangi resiko penyakit jantung. Buat kami, termasuk favorite – baik steam, steak ataupun sashimi. Belum lagi sekarang di hypermarket yang ada di Indo, mulai banyak dijual salmon dengan harga yang relatif murah.

Hanya saja baru dapat info dari teman, (inspired by What To Eat book) dan sangat mengejutkan.. ternyata salmon murah ini adalah hasil ternak. Karena bukan dari deep sea, maka warnanya tidak mungkin merah/orange. Supaya warnanya menarik, ikan2 ini diberi makan pewarna astaxanthin. Tanpa pewarna, salmon ternakan ini akan berwarna pale-grey.

Belum lagi tingginya tingkat kontaminasi dari PCBs (PolyChlorinated Biphenyls) & dioxyn penyebab kanker pada manusia. Bahkan angka ini 10X lebih tinggi daripada salmon yang bukan ternakan.

Bahkan, untuk menghindari penyakit yang mungkin kena dari salmon ternakan ini, salom ternakan juga diberi antibiotic spt: oxytetracycline dan sulfa.

Worst of all, salmon2 ternakan ini ’escapes’ dari tempat ternakannya dan mencampuri + mencemari salmon dan laut aslinya.

Info lengkap mengenai farm-raised salmon bisa dilihat di artikel Health Castle dan Environmental Working Group.

Sarannya ..

1. Jangan makan salmon ternakan ini lebih dari 1X dalam 1 bulan.

2. Atlantic salmon. Color added. Kalau ada tulisan seperti ini, artinya ini salmon hasil ternakan.

3. Eat less, move more, eat plenty of fruits and vegetables, and don’t eat too much junk food.

*****

With all the concerns of bird-flu, mad-cow, PCBs in salmon etc.. then is there anything left that we can eat?

We’re all bombarded with so much information every day, so we have to customize it and take our own individual situation into consideration.  (Alice Lichtenstein, a professor at the Friedman School of Nutrition at Tufts University)

11 Comments

  • March 27, 2007 - 7:18 am | Permalink

    untung aku makannya salmon hasil pancingan akang di sungai. Masih ada tu beberapa di frezer, gede gede pula. Mau?

  • March 27, 2007 - 7:21 am | Permalink

    TFS ya Monike

  • March 27, 2007 - 7:47 am | Permalink

    Ak jg paling doyan makan Salmon…

  • March 27, 2007 - 8:19 am | Permalink

    Konon banyak yang terlepas lho dari farm-nya.. jadi mesti yg deep sea.. lagian bukannya ini ikan air laut ya.. kok bisa disungai 🙂
    tapi .. mau sih kalo ditawarin mah.. hehehe

  • March 27, 2007 - 10:43 am | Permalink

    Pagi ini, di acara Oprah, pas ngomongin tentang kesehatan, disarankan untuk makan ikan, terutama salmon, seminggu 3 kali. Menurut dokter yg di acara Oprah ini, justru salmon ini bebas racun, kontaminasi, dll. Kalo prinsip gue mah, selama frekuensi makan kita, makan apa aja, masih normal sih oke-oke aja kale ya. Gue malah suka sashimi. Go for fish !!!

  • March 27, 2007 - 11:33 am | Permalink

    bingung juga yah, saya doyan banget salmon. kayaknya lebih baik beli di toko-toko yang menjual daging dan ikan produk biologis yang ramah lingkunga. Memang lebih mahal dari supermarket biasa, tapi saya harap bebas dari segala macam racun atau zat-zat yang tidak diinginkan.

  • April 7, 2007 - 1:44 am | Permalink

    wah masa sih gitu? di sini paling enak tasmanian salmon karena ya warnanya agak orange-ish gitu. apa itu hasil ternakan juga ya? *mikir*. next week mau ke tassie, mau tanya2 juga ah. thx utk infonya ya monike.

    oiya soal alpukat, kalau masih mentah, taruh aja di luar, room temp, jangan di fridge. tergantung wkt belinya mentah banget ato setengah matang. kalau mentah banget biasanya akan matang hari 3. gichuuw! 😉

  • April 11, 2007 - 3:05 am | Permalink

    mbedain salmon ternak ama deep sea gmn mba?

  • April 11, 2007 - 4:25 am | Permalink

    ga tau juga… tp katanya yg di Jepang bagus kok.. makanya suka dipake buat sashimi.. 😀

  • April 3, 2008 - 2:12 pm | Permalink

    Hi, ikut nimbrung masalah salmon.
    Salmon itu lahir dari telur di sungai (air tawar). Setelah mereka cukup kuat, mereka berenang ke laut. Di laut mereka makan plankton sampai menjadi besar dan kuat.
    Setelah hidup di laut (selama berapa lama tidak jelas) mereka kembali ke sungai dimana mereka berasal (hebat sekali mereka tahu jalannya). Di sungai yang perairannya dangkal mereka bertelur dan membuahi telur itu. Setelah itu badan mereka menjadi merah, dan mereka mati. Telur yang sudah dibuahi menetas dan mulai siklus baru. Proses siklus ini sering sekali diputar filmnya di chanel TV.
    Di dekat tempat kami tinggal ada kota Issaquah, dimana setiap autumn ada Salmon parade. Perayaan pawai dan karnaval ini menyambut salmon return to the river. Di daerah Balard (Seattle) juga ada tempat untuk melihat salmon kembali ke sungai. Biasanya ada yang menghitung untuk riset. Memang ada salmon hasil ternakan, tetapi tidak ada warning apa apa. Mungkin mereka sudah diatur standarnya.

  • April 3, 2008 - 3:45 pm | Permalink

    Mudah2an begitu.. tp lihat juga site ini ya for your refference: http://www.healthcastle.com/farmed-salmon.shtml

  • Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Powered by: Wordpress